


{"id":11969,"date":"2024-01-27T00:52:12","date_gmt":"2024-01-27T00:52:12","guid":{"rendered":"https:\/\/dibalikfakta.com\/?p=11969"},"modified":"2024-01-27T00:52:34","modified_gmt":"2024-01-27T00:52:34","slug":"minsel-darurat-jalan-rusak-warga-beraksi-bupati-frangky-wongkar-dikecam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dibalikfakta.com\/?p=11969","title":{"rendered":"Minsel Darurat Jalan Rusak Warga Beraksi, Bupati Frangky Wongkar Dikecam"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: var(--c-contrast-800);font-size: 14px\">Minahasa Selatan &#8211; <a href=\"http:\/\/www.dibakikfakta.com\"><strong>dibalikfakta.com<\/strong><\/a> &#8211; Keluhan dan kekecewaan warga Minahasa Selatan (MINSEL) mencapai puncaknya dengan kondisi darurat jalan rusak yang sering memakan korban jiwa. Sejumlah lubang di ruas jalan telah menjadi saksi bisu tragedi kecelakaan yang sayangnya terus terulang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px;color: var(--c-contrast-800)\">Warga setempat, yang merasa ditinggalkan oleh Bupati Frangky Wongkar dan Dinas PUPR, mengambil inisiatif sendiri untuk menutup lubang-lubang mematikan tersebut. Terlihat dalam unggahan foto di media sosial, warga dengan sukarela mencoba mengatasi kerusakan jalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah setempat dan Dinas terkait<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px;color: var(--c-contrast-800)\">Media sosial, khususnya grup Facebook Minsel, menjadi panggung utama protes masyarakat terhadap Bupati Frangky Wongkar. Netizen dengan tegas mengecam fokus Bupati yang hanya sibuk pada Pilkada, sementara kebutuhan dasar seperti perbaikan jalan dikesampingkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px;color: var(--c-contrast-800)\">Salah satu netizen menuliskan, &#8220;Jalan Minsel dalam status darurat, karena sering terjadi kecelakaan. Masyarakat mendesak Dinas PUPR untuk segera diperbaiki jalan tersebut, sekali lagi jangan jadikan kami rakyat kecil menjadi korban atas jalan yang rusak di lingkungan kabupaten Minsel.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px;color: var(--c-contrast-800)\">Foto-foto jalan yang berlubang dan berbahaya menjadi bukti nyata kelalaian pemerintah setempat. Meskipun beberapa lokasi sudah dipecing, masih terlihat banyak lubang yang hanya ditimbun dengan tanah oleh warga sekitar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px;color: var(--c-contrast-800)\">Tragedi kemanusiaan semakin meruncing dengan adanya laporan korban jiwa akibat kondisi jalan yang memprihatinkan. Sukarelawan pun telah berusaha memberi tanda pada lokasi jalan yang berlubang sebagai upaya penyelamatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px;color: var(--c-contrast-800)\">Masyarakat MINSEL menuntut tanggung jawab penuh dari Bupati Frangky Wongkar dan Dinas PUPR. Mereka menegaskan bahwa perbaikan jalan bukanlah pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga nyawa warga. Semoga desakan dan upaya sukarela ini menjadi cambuk bagi pemerintah setempat untuk segera bertindak dan mencegah tragedi lebih lanjut<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px;color: var(--c-contrast-800)\">Sementara itu Wahyu PPK 1.2 Balai Pelaksana Jalan Nasional ( BPJN ) Sulut, saat di mintai tanggapan terkait ada beberapa titik jalan Nasional yang berlubang, cepat merespon hal tersebut, &#8220;sudah saya tanggani semoga sudah teratasi semua,&#8221; ujar Wahyu melalui pesan Whast App<\/span><\/p>\n<p>27\/01\/2024 ( Stefanus )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Minahasa Selatan &#8211; dibalikfakta.com &#8211; Keluhan dan kekecewaan warga Minahasa Selatan (MINSEL) mencapai puncaknya dengan kondisi darurat jalan rusak yang sering memakan korban jiwa. Sejumlah lubang di ruas jalan telah menjadi saksi bisu tragedi kecelakaan yang sayangnya terus terulang.\u00a0 Warga setempat, yang merasa ditinggalkan oleh Bupati Frangky Wongkar dan Dinas PUPR, mengambil inisiatif sendiri untuk<\/p>\n","protected":false},"author":31,"featured_media":11970,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[],"class_list":{"0":"post-11969","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-kabar-indonesia"},"views":504,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11969","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/31"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11969"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11969\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11971,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11969\/revisions\/11971"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11970"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11969"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11969"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11969"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}