


{"id":13772,"date":"2024-07-02T10:59:23","date_gmt":"2024-07-02T10:59:23","guid":{"rendered":"https:\/\/dibalikfakta.com\/?p=13772"},"modified":"2024-07-02T11:20:17","modified_gmt":"2024-07-02T11:20:17","slug":"kisah-inspiratif-regina-verarisye-papente-dari-kampung-petta-ke-universitas-pelita-harapan-dan-kembali-mengabdi-di-perbatasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dibalikfakta.com\/?p=13772","title":{"rendered":"Kisah Inspiratif Regina Verarisye Papente: Dari Kampung Petta ke Universitas Pelita Harapan dan Kembali Mengabdi di Perbatasan"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Sangihe,Dibalikfakta.com<\/strong> \u2014 Kisah Regina Verarisye Papente, seorang gadis cantik berlesung pipi asal Kampung Petta, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Sangihe, patut dijadikan inspirasi bagi generasi muda di seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>Berkat kecerdasannya, Regina berhasil meraih beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas Pelita Harapan, salah satu universitas terkemuka di Indonesia.<\/p>\n<p>Regina memulai perjalanan pendidikannya di Sekolah Dasar Negeri Petta dan melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tabut. Kecerdasannya yang menonjol sejak dini membuatnya dikenal oleh banyak orang di kampung halamannya. Lulus dari SMP, ia melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Tahuna. Prestasi akademiknya yang gemilang membuka peluang baginya untuk meraih beasiswa di Universitas Pelita Harapan.<\/p>\n<p>Selama masa kuliahnya di Universitas Pelita Harapan, Regina tidak hanya fokus pada akademis tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan. Ia menjadi mentor pada Penerimaan Mahasiswa Baru dan terlibat dalam kegiatan seni dan olahraga. Ketekunan dan kerja kerasnya berbuah manis saat ia lulus dengan predikat Sarjana Pendidikan pada tahun 2020.<\/p>\n<p>Namun, kisah inspiratif Regina tidak berhenti di sana. Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, Regina memilih untuk kembali ke daerah perbatasan dengan Filipina, tempat asalnya. Ia mengabdikan diri sebagai guru di Sekolah Lentera Harapan, membawa ilmu dan pengalaman yang didapatkannya di universitas untuk mendidik anak-anak di daerah perbatasan.<\/p>\n<p>Di Sekolah Lentera Harapan, Regina mengajar berbagai mata pelajaran seperti Ekonomi, Geografi, Prakarya, dan Seni Budaya Keterampilan. Dedikasinya dalam mengajar dan membimbing siswa-siswinya membuatnya diangkat menjadi Wali Kelas 12 dan Pembina OSIS SMP, selain itu gadis murah senyum ini menguasai bahasa Inggris.<\/p>\n<p>Regina mengaku bahwa keputusan untuk kembali mengajar di daerah perbatasan didorong oleh keinginannya untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat tempat ia dibesarkan.<\/p>\n<p>&#8220;Saya percaya, kualitas sumber daya manusia juga bergantung dari kualitas pendidikan. Sebagai seorang guru yang profesional, saya selalu membekali diri saya terlebih dahulu sehingga saya menikmati pengalaman belajar dan berlatih,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Selain menjadi seorang guru, Regina juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan komunitas. Kemampuannya dalam public speaking sering membawanya menjadi pembawa acara dalam berbagai event formal, termasuk menjadi Master of Ceremony pada acara TSPG 2024.<\/p>\n<p>Kisah Regina Verarisye Papente adalah bukti bahwa dengan tekad dan kerja keras, setiap orang dapat meraih impian mereka dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Regina telah membuktikan bahwa meskipun berasal dari daerah yang jauh dari pusat kota, semangat untuk belajar dan mengabdi bisa membawa perubahan besar bagi diri sendiri dan orang lain.<\/p>\n<p>Dari Kampung Petta di perbatasan dengan Filipina, Regina Verarisye Papente telah menginspirasi banyak orang dengan perjalanan hidupnya. Semoga kisahnya dapat menjadi teladan bagi generasi muda lainnya untuk terus berjuang meraih mimpi dan memberikan kontribusi bagi negeri.<\/p>\n<p>Curriculum Vitae<\/p>\n<p>Regina Verarisye Papente, S.Pd., B.Ed.<br \/>\nGuru<\/p>\n<p>Contact Information:<br \/>\nEmail: reginare988@gmail.com<br \/>\nPhone: +62 82293877258<br \/>\nLocation: Tahuna, Kabupaten Sangihe<br \/>\nInstagram: @reginaverarisye<\/p>\n<p>Education:<\/p>\n<p>Sarjana Pendidikan<br \/>\nPelita Harapan University<br \/>\n2016 &#8211; 2020<br \/>\nSekolah Menengah Atas<br \/>\nSMKN 1 Tahuna<br \/>\n2013 &#8211; 2016<br \/>\nSekolah Menengah Pertama<br \/>\nSMPN 1 Tabut<br \/>\n2010 &#8211; 2013<br \/>\nSekolah Dasar<br \/>\nSDN Petta<br \/>\n2004 \u2013 2010<\/p>\n<p>Skills:<\/p>\n<p>Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint, etc.)<br \/>\nMaster of Ceremony<br \/>\nEvent Organizer<br \/>\nPublic Speaking<br \/>\nLanguage Proficiency:<br \/>\nBahasa Indonesia<br \/>\nEnglish<\/p>\n<p>Work Experience:<\/p>\n<p>July 2023 &#8211; Sekarang<br \/>\nPembina OSIS SMP<br \/>\nJuly 2022 &#8211; Sekarang<br \/>\nGuru SMP-SMA<br \/>\nWali Kelas 12 dan guru mata pelajaran:<br \/>\nEkonomi<br \/>\nGeografi<br \/>\nPrakarya<br \/>\nSeni Budaya Keterampilan<br \/>\nJuly 2020 &#8211; June 2022<br \/>\nWali kelas Sekolah Dasar<br \/>\nKelas 5<br \/>\nOther Experience:<\/p>\n<p>2017 \u2013 2018<\/p>\n<p>Art &amp; Sport:<br \/>\nMahasiswa Pendidikan Ekonomi &#8211; UPH<br \/>\nSebagai Mentor pada Penerimaan Mahasiswa Baru &#8211; TC UPH<br \/>\n2024<br \/>\nMaster of Ceremony TSPG 2024<br \/>\nMaster of Ceremony dalam berbagai event formal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(Saul)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Sangihe,Dibalikfakta.com \u2014 Kisah Regina Verarisye Papente, seorang gadis cantik berlesung pipi asal Kampung Petta, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Sangihe, patut dijadikan inspirasi bagi generasi muda di seluruh Indonesia. Berkat kecerdasannya, Regina berhasil meraih beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas Pelita Harapan, salah satu universitas terkemuka di Indonesia. Regina memulai perjalanan pendidikannya di Sekolah Dasar<\/p>\n","protected":false},"author":33,"featured_media":13773,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-13772","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-ekonomi"},"views":1246,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13772","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13772"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13772\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13775,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13772\/revisions\/13775"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13772"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13772"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13772"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}