


{"id":1419,"date":"2022-10-06T23:26:41","date_gmt":"2022-10-06T23:26:41","guid":{"rendered":"https:\/\/dibalikfakta.com\/?p=1419"},"modified":"2022-10-06T23:44:32","modified_gmt":"2022-10-06T23:44:32","slug":"anggaran-pilkades-minut-dipertanyakan-di-desa-laikit-calon-kepala-desa-ditagi-5jt-jika-tidak-pilkades-ditunda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dibalikfakta.com\/?p=1419","title":{"rendered":"ANGGARAN PILKADES MINUT DIPERTANYAKAN. DI DESA LAIKIT CALON KEPALA DESA DITAGI 5JT JIKA TIDAK PILKADES DITUNDA.."},"content":{"rendered":"<p>Tidak ada dana pilkades\u00a0 desa laikit calon ditagih dan\u00a0 harus memberikan uang sebesar 5.000.000 untuk biaya pilkades<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1421\" src=\"https:\/\/dibalikfakta.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/IMG-20221006-WA00551-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"226\" height=\"500\" \/><\/p>\n<p>Aktivis yohanes missah mempertanyakan\u00a0 \u00a0anggaran pilkades Kabupaten minahasa Utara &#8230;seperti yang terjadi di desa laikit karena diduga ada pungutan liar yang ditagi terhadap calon kepala desa sebesar Rp 5.000.000 .dugaan pungutan liar tersebut untuk biaya pilkades .<\/p>\n<p>terkait hal tersebut Lsm kibar yohanes missah Minta kepolisian usut tuntas menurut yohanes missah..kalau benar itu 5 000.000 untuk tiap calon kades, lalu kemana anggaran pilkades tersebut? Dan kenapa di desa lain tidak ada usulan tersebut ? Menurut sumber uang\u00a0 tersebut katanya untuk dana pilkades jika tidak ada uang 5.000.000 tersebut maka pilkades akan ditunda ucap sumber yang katanya apa yang di sampaikan panitia.<br \/>\nSetelah mendengar di desa lain tidak ada pungutan 5.000.000 .salah satu calon keberatan dan merasa dibohongi oleh panitia., langsung membuat laporan polisi mengenai pungutan liar tersebut ..<br \/>\nDan diduga banyak pelanggaran yang\u00a0 dilakukan oleh panitia pilkades desa laikit total ada 18 pelanggaran salah satunya adalah dugaan pungutan liar dan\u00a0 kotak suara dibuka tanpa prosedur ..<img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1423\" src=\"https:\/\/dibalikfakta.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/IMG-20221006-WA0047-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"800\" srcset=\"https:\/\/dibalikfakta.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/IMG-20221006-WA0047-scaled.jpg 375w, https:\/\/dibalikfakta.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/IMG-20221006-WA0047-768x1024.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>ketua lembaga pemantau penyelenggara negara Republik Indonesia\u00a0 LPPNRI Pramuji wintolo\u00a0 sangat menyayangkan jika itu benar-benar terjadi .pramuji\u00a0 mendesak agar\u00a0 pihak kepolisian segera menindak tegas pelanggaran tersebut dan segera mindak lanjut laporan terkait pelanggaran yang diduga dilakukan oleh panitia pemilihan di desa laikit.<\/p>\n<p>jika terbukti ada pelanggaran Lembaga pemantau penyelenggara negara Republik Indonesia\u00a0 LPPNRI meminta sanksi tegas bagi oknum yang mencederai demokrasi\u00a0 dan nama baik pemerintah harus berikan efek jera. Dan pilkades bisa diulangi kembali. Ucap ketum LPPNRI.<br \/>\n.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tidak ada dana pilkades\u00a0 desa laikit calon ditagih dan\u00a0 harus memberikan uang sebesar 5.000.000 untuk biaya pilkades &nbsp; Aktivis yohanes missah mempertanyakan\u00a0 \u00a0anggaran pilkades Kabupaten minahasa Utara &#8230;seperti yang terjadi di desa laikit karena diduga ada pungutan liar yang ditagi terhadap calon kepala desa sebesar Rp 5.000.000 .dugaan pungutan liar tersebut untuk biaya pilkades .<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1424,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":{"0":"post-1419","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-politik"},"views":439,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1419","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1419"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1419\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1429,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1419\/revisions\/1429"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1424"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1419"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1419"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1419"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}