


{"id":14603,"date":"2024-11-12T12:34:23","date_gmt":"2024-11-12T12:34:23","guid":{"rendered":"https:\/\/dibalikfakta.com\/?p=14603"},"modified":"2024-11-12T13:14:04","modified_gmt":"2024-11-12T13:14:04","slug":"bp2mi-sulut-imbau-masyarakat-sulut-ikut-aturan-undang-undang-pekerja-migran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dibalikfakta.com\/?p=14603","title":{"rendered":"BP2MI Sulut Imbau Masyarakat Sulut Ikut Aturan Undang &#8211; Undang Pekerja Migran"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Manado,dibalikfakta.com-<\/strong>Di Sulawesi Utara, masih maraknya penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara non prosedural ke Luar Negeri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\">Hal ini sebagaimana dikatakan Ketua tim perlindungan, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Maxmillan. A.Y Lolong, kepada sejumlah wartawan, Selasa (12\/11\/2024).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\">\u201cMenjadi perhatian khusus bagi (PMI) Sulut yang selama ini sangat parah penempatan PMI non prosedural ke luar negeri. Negara penempatan yang menjadi penempatan seperti Myanmar, Vietnam, Kamboja dll. Menjadi rata- rata bekerja diluar dari non prosedural alias ilegal,\u201dujar Lolong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\"><span style=\"color: var(--c-contrast-800)\"><span style=\"font-size: 12pt\">Katanya, saat ini BP2MI menangani pekerja yang bekerja di sektor judi online dan online scamming<\/span>.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\"><span style=\"color: var(--c-contrast-800)\">\u201cSementara negara tidak menfasilitasi bekerja disektor yang dilarang, jadi otomatis mereka non prosedural. Lucunya dengan berbagai kasus yang sudah terjadi masih banyak yang berangkat sampai hari ini, entah itu propaganda yang terlalu kuat dari sektor tersebut, iming-imingnya menggiurkan sehingga generasi-generasi muda kita hari ini lebih condong bekerja di sektor tersebut,\u201dungkapnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\"><span style=\"color: var(--c-contrast-800)\">Ia pun mengakui, sudah ada beberapa kasus yang telah mereka tangani, dan sempat viral.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\"><span style=\"color: var(--c-contrast-800)\">\u201cBeberapa terlibat masalah, ini pekerja yang justru malah membuat semua semakin melarat menyusahkan bukan untuk meningkatkan perekonomian, memberikan pengalaman pekerjaan yang terstruktur, tapi ini malah lebih menjerat parah pekerja migran ini,\u201djelasnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\"><span style=\"color: var(--c-contrast-800)\">Lolong pun menghimbau Jika ingin bekerja di luar negeri, bekerjalah secara prosedural atau sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk informasi lebih lanjut terkait bekerja ke luar negeri secara prosedural atau secara resmi, bisa menghubungi BP2MI Sulut atau Dinas ketenagakerjaan di kabupaten\/kota setempat<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\"><span style=\"color: var(--c-contrast-800)\">\u201cKalaupun dibutuhkan konsultasi, komunikasi dengan pihak yang lebih berwewenang bisa menghubungi BP2MI di Sulut, ada BP2MI Sulut. Ataun pun bisa kedinas ketenagakerjaan Kabupaten\/ Kota setempat. alangkah lebih baiknya bekerja di luar negeri itu setelah mendapatkan konsultasi oleh pihak-pihak yang berwewenang,\u201dtandasnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\">(Supi)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manado,dibalikfakta.com-Di Sulawesi Utara, masih maraknya penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara non prosedural ke Luar Negeri.\u00a0 Hal ini sebagaimana dikatakan Ketua tim perlindungan, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Maxmillan. A.Y Lolong, kepada sejumlah wartawan, Selasa (12\/11\/2024). \u201cMenjadi perhatian khusus bagi (PMI) Sulut yang selama ini sangat parah penempatan PMI non prosedural ke luar negeri.<\/p>\n","protected":false},"author":35,"featured_media":14604,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[231,233,184,28,1,232,6],"tags":[],"class_list":{"0":"post-14603","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-daerah","8":"category-global","9":"category-gaming-zone","10":"category-kabar-indonesia","11":"category-ekonomi","12":"category-nasional","13":"category-politik"},"views":88,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14603","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/35"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14603"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14603\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14611,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14603\/revisions\/14611"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14604"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14603"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14603"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14603"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}