


{"id":14967,"date":"2026-04-15T09:08:42","date_gmt":"2026-04-15T09:08:42","guid":{"rendered":"https:\/\/dibalikfakta.com\/?p=14967"},"modified":"2026-04-15T09:12:07","modified_gmt":"2026-04-15T09:12:07","slug":"jika-tak-mau-rugipara-penambang-waspada-cn-ilegal-kualitas-buruk-masuk-wilayah-sulut-dan-gorontalo-minta-aph-perketat-wilayah-perbatasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dibalikfakta.com\/?p=14967","title":{"rendered":"Jika Tak mau Rugi,Para Penambang Waspada CN Ilegal Kualitas Buruk Masuk wilayah Sulut dan Gorontalo Minta APH Perketat wilayah Perbatasan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Dibalikfakta.com<\/strong> &#8211; maraknya Peredaran CN sianida ilegal\u00a0 masuk di waliyah sulut dan Gorontalo sangat meresahkan para penambang . Modus CN ilegal tersebut banyak beredar menggunakan kaleng\u00a0 merek Tekwang bekas namun isinya\u00a0 palsu tentunya membuat para penambang sangat di rugikan dikarenakan kualitas CN tersebut sangat buruk.<img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-14971\" src=\"https:\/\/dibalikfakta.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260415-WA0023.jpg\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"1280\" srcset=\"https:\/\/dibalikfakta.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260415-WA0023.jpg 960w, https:\/\/dibalikfakta.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260415-WA0023-768x1024.jpg 768w, https:\/\/dibalikfakta.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260415-WA0023-150x200.jpg 150w, https:\/\/dibalikfakta.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260415-WA0023-450x600.jpg 450w\" sizes=\"(max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/p>\n<p>Dugaan CN \/ sianida ilegal tersebut masuk melalui perairan perbatasan Filipina menuju Sulawesi Utara dan Gorontalo. Nasib sial mereka <span style=\"color: var(--c-contrast-800); font-size: 14px;\">kali ini Polda Gorontalo berhasil menangkap Sebuah kapal asing asal Filipina yang diduga membawa hampir dua ton bahan kimia berbahaya masuk wilayah Gorontalo<\/span><\/p>\n<p>Kapal itu ditemukan di pesisir Pantai Desa Motiheluma, Kecamatan Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara.<\/p>\n<p>Temuan ini mengharuskan penyelidikan aparat kepolisian terkait dugaan jaringan pemasok bahan untuk aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI).<\/p>\n<p>Kapal tersebut dilaporkan mengalami kerusakan saat berlayar sebelum akhirnya terdampar di pesisir Gorontalo Utara.<\/p>\n<p>Saat dilakukan pemeriksaan awal, aparat menemukan puluhan karung mencurigakan di dalam kapal.<\/p>\n<p>Data sementara menyebutkan terdapat 39 karung yang diduga CN atau Sianida dengan berat masing-masing sekitar 50 kilogram.<\/p>\n<p>Jika ditotalkan, muatan mencapai sekitar 1.950 kilogram bahan yang diduga sianida\u2014zat kimia yang kerap digunakan dalam proses pengolahan emas.<\/p>\n<p>Nilai muatan tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah, memperkuat dugaan adanya jaringan distribusi bahan kimia untuk aktivitas tambang ilegal di tanah serambi madinah.<\/p>\n<p>Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro, membenarkan penanganan kasus tersebut oleh aparat gabungan.<\/p>\n<p>\u201cBenar, kapal itu diamankan oleh Polairud bersama Polres Gorontalo Utara,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Baca Juga: Diskumperindag Gorontalo Disorot, Pencairan Uang Harian Peserta Belum Cair<br \/>\nMeski demikian, pihak kepolisian belum mengungkap identitas pihak yang terlibat.<\/p>\n<p>Penyidik masih mendalami asal muatan, tujuan pengiriman, serta kemungkinan keterkaitan dengan aktivitas PETI.<\/p>\n<p>\u201cBarang bukti masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan jenisnya. Proses pendalaman masih berjalan,\u201d kata Desmont.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Bea Cukai Gorontalo mengungkap bahwa indikasi masuknya bahan kimia ke wilayah Gorontalo sebenarnya sudah terendus sejak awal tahun 2026. Namun, rencana pengiriman sebelumnya sempat tertunda.<\/p>\n<p>Informasi pengiriman sudah kami terima sebelumnya, tetapi kapal tidak jadi masuk karena kondisi cuaca saat itu,\u201d ujar salah satu petugas.<\/p>\n<p>Baca Juga: Dinas Perikanan Pohuwato Bongkar Modus Penyalahgunaan BBM Subsidi Nelayan<br \/>\nPihak Imigrasi Gorontalo juga mengonfirmasi telah memantau pergerakan kapal tersebut dan kini berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendukung proses penyelidikan, termasuk uji laboratorium terhadap muatan kapal.<\/p>\n<p>Kasus ini menyoroti kembali maraknya peredaran bahan kimia berbahaya yang diduga menjadi bagian dari rantai pasok tambang emas ilegal di Gorontalo.<\/p>\n<p>Aparat memastikan akan memperketat pengawasan jalur masuk, terutama melalui laut, guna mencegah kejadian serupa terulang.<\/p>\n<p>Tim Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dibalikfakta.com &#8211; maraknya Peredaran CN sianida ilegal\u00a0 masuk di waliyah sulut dan Gorontalo sangat meresahkan para penambang . Modus CN ilegal tersebut banyak beredar menggunakan kaleng\u00a0 merek Tekwang bekas namun isinya\u00a0 palsu tentunya membuat para penambang sangat di rugikan dikarenakan kualitas CN tersebut sangat buruk. Dugaan CN \/ sianida ilegal tersebut masuk melalui perairan perbatasan<\/p>\n","protected":false},"author":31,"featured_media":14970,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[231,184,28,1,232,74],"tags":[],"class_list":{"0":"post-14967","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-daerah","8":"category-gaming-zone","9":"category-kabar-indonesia","10":"category-ekonomi","11":"category-nasional","12":"category-tni-polri"},"views":88,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14967","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/31"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14967"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14967\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14975,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14967\/revisions\/14975"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14970"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14967"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14967"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14967"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}