


{"id":15089,"date":"2026-05-20T09:20:42","date_gmt":"2026-05-20T09:20:42","guid":{"rendered":"https:\/\/dibalikfakta.com\/?p=15089"},"modified":"2026-05-20T11:12:49","modified_gmt":"2026-05-20T11:12:49","slug":"penyelundupan-sianida-jalur-filipina-ke-kepulauan-sangihe-minta-pemerintah-pusat-dan-kapolri-seriusi-ungkap-para-pelaku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dibalikfakta.com\/?p=15089","title":{"rendered":"Penyelundupan Sianida\u00a0 Jalur Filipina ke Kepulauan Sangihe, Minta Pemerintah Pusat dan Kapolri Seriusi Ungkap Para Pelaku"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-size: 14px;\"><strong><em>Dibalikfakta.com<\/em><\/strong> &#8211; Tahuna-Dua pekan terakhir di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Sitaro viral adanya pasokan Sianida (CN) yang merupakan selundupan sejumlah pihak dari Fhilipina. Bahkan dugaan adanya permainan hingga backingan oknum Aparat Perangkat Hukum (APH) ini meminta tumbal satu orang korban tewas atas nama Junius K Darui (64) pria asal Kampung Bebu Kecamatan Tamako.<\/span><\/p>\n<p>Sejumlah keterangan resmi yang berhasil diakomodir awak media menyebutkan aktifitas lintas batas penyelundupan CN dimaksud akhirnya meminta tumbal. Dimana korban atas nama Junius K Darui ditemukan tewas di armada yang mengangkut CN asal Fhilipina tersebut di seputaran peraian Kabupaten Sitaro. Hingga kasus ini ditangani resmi Polres Sitaro.<br \/>\nSebelumnya juga dalam satu pekan lalu ada armada dari Fhilipina yang masuk di Sangihe mengangkut CN dalam jumlah banyak. Kuat dugaan CN tersebut dipasok untuk kebutuhan Penambangan Ilegal (PETI) dikawasan Bowone dan sekitarnya.<br \/>\nInformasi resmi menyebutkan aktifitas penyelundupan CN dari Fhilipina ke Sangihe diduga melibatkan salah satu pengusaha di Kota Tahuna. &#8220;Kalau tidak salah pemain penyelundupan tersebut dilakukan oleh Ko J&#8221;, ujar sumber tersebut tanpa merinci siapa bersangkutan. Bahkan ia menyatakan Ko J tersebut dalam modus operasinya diduga kuat dibackup oknum APH. &#8220;Ada oknum APH yang menjadi benteng pertahanan Ko J sehingga yang bersangkutan berani mengambil resiko dalam bisnis bahan berbahaya ilegal ini&#8221;, urainya sambil mengatakan bahwa Ko J adalah pemain lama bisnis penyelundupan barang ilegal<\/p>\n<p>Menyikapi hal ini, sekjend LSM Kibar Nusantara Merdeka Yohanes Missah, meminta jajaran pemerintah pusat agar menyikapi serius hal ini. &#8220;Hal ini jelas sangat mencoreng APH di wilayah perbatasan. Kalau oknum APH sudah bermain-main dengan barang selundupan yang berbahaya mau jadi apa daerah perbatasan ini&#8221;, ujar Missah<\/p>\n<p>Sebagai bagian masyarakat kepulauan lanjut Saselah dirinya punya kekwatiran terhadap praktek selundupan barang berbahaya ini. &#8220;Kalau CN bisa bebas tanpa tersentuh hukum karena ada oknum APH, maka bisa saja ke depannya barang berbahaya lain seperti senjata api bisa bebas keluar masuk Sangihe. Saya berharap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto Bersama Kapolri menjadikan hal ini sebagai skala prioritas dalam menyikapi persoalan lintas batas yang sudah menjadi lahan bisnis ilegal sejumlah pengusaha dan dibackup oleh oknum-oknum APH perusak negara ini. Tegas Missah<\/p>\n<p>(Ronny Salindeho)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dibalikfakta.com &#8211; Tahuna-Dua pekan terakhir di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Sitaro viral adanya pasokan Sianida (CN) yang merupakan selundupan sejumlah pihak dari Fhilipina. Bahkan dugaan adanya permainan hingga backingan oknum Aparat Perangkat Hukum (APH) ini meminta tumbal satu orang korban tewas atas nama Junius K Darui (64) pria asal Kampung Bebu Kecamatan Tamako.<\/p>\n","protected":false},"author":31,"featured_media":15092,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[203,184,28,1,6],"tags":[],"class_list":{"0":"post-15089","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-bolmong-raya","8":"category-gaming-zone","9":"category-kabar-indonesia","10":"category-ekonomi","11":"category-politik"},"views":11,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15089","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/31"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15089"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15089\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15093,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15089\/revisions\/15093"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15092"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15089"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15089"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15089"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}