


{"id":16525,"date":"2026-10-18T15:43:07","date_gmt":"2026-10-18T15:43:07","guid":{"rendered":"https:\/\/dibalikfakta.com\/?p=16525"},"modified":"2026-10-18T15:43:07","modified_gmt":"2026-10-18T15:43:07","slug":"gibran-ahy-berpotensi-menang-pilpres-2029-sekali-putaran-jika-dipasangkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dibalikfakta.com\/?p=16525","title":{"rendered":"Gibran-AHY Berpotensi Menang Pilpres 2029 Sekali Putaran Jika Dipasangkan"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jakarta -Dibalikfakta.com-Hasil simulasi terbaru SMRC yang dirilis 17 Oktober 2026 menunjukkan jika Gibran Rakabuming Raka dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersanding sebagai pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden pada Pilpres 2029,<\/p>\n<p>Tentu keduanya berpotensi meraih dukungan sebesar 57 hingga 58 persen, angka yang jauh di atas ambang kemenangan putaran pertama.<\/p>\n<p>*Mengapa Dedi Mulyadi Tidak Dimasukkan ke Dalam Simulasi?*<\/p>\n<p>Dalam penjelasan resmi SMRC, nama Dedi Mulyadi tidak dimasukkan ke dalam simulasi tiga nama dengan alasan, saat ini Dedi Mulyadi belum dicalonkan oleh partai mana pun sebagai calon Presiden 2029.<\/p>\n<p>SMRC menyatakan bahwa Dedi Mulyadi saat ini berstatus sebagai pendukung dan pembantu jika Prabowo Subianto kembali dicalonkan, sehingga belum layak dimasukkan sebagai calon tersendiri dalam skenario tersebut.<\/p>\n<p>Dengan demikian, simulasi ini dirancang khusus untuk menjawab satu pertanyaan spesifik, yaitu Bagaimana peta persaingan jika Prabowo Subianto maju tanpa didampingi Dedi Mulyadi?<\/p>\n<p>Bukan bermaksud meniadakan peran Dedi Mulyadi, melainkan mengisolasi variabel untuk melihat kekuatan masing-masing figur secara terpisah dalam skenario tertentu.<\/p>\n<p>*Hasil Simulasi SMRC*<\/p>\n<p>Gibran berada di posisi pertama dengan 29,7 persen, sementara AHY berada di posisi kedua dengan 28,2 persen.<\/p>\n<p>Selisih keduanya hanya 1,5 poin persentase, itu mengindikasikan preferensi pemilih kedua kelompok sangat berdekatan dan berpotensi menyatu. Maka Keduanya memiliki basis dukungan yang saling melengkapi.<\/p>\n<p>Gibran kuat di kalangan pemilih muda, perkotaan, dan pendukung keberlanjutan pembangunan.<\/p>\n<p>AHY memiliki keunggulan di kalangan pemilih pedesaan, pemilih menengah, serta mereka yang mengutamakan stabilitas dan rekam jejak demokratis. Kombinasi ini menciptakan cakupan dukungan yang lebih luas.<\/p>\n<p>Di sisi lain, simulasi menempatkan Prabowo Subianto di posisi ketiga dengan 22,7 persen.<\/p>\n<p>Posisi ini membuka ruang bagi munculnya alternatif kepemimpinan baru, di mana pasangan Gibran\u2013AHY hadir sebagai pasangan yang segar dan tidak terjebak dalam polarisasi lama.<\/p>\n<p>Faktor penentu lainnya adalah 19,4 persen pemilih yang belum menentukan pilihan.<\/p>\n<p>Pasangan Gibran\u2013AHY dinilai memiliki daya tarik terbesar untuk menarik kelompok ini, karena menawarkan keseimbangan antara pembaruan dari sosok muda dan kedewasaan dari sosok berpengalaman.<\/p>\n<p>Perlu ditegaskan bahwa angka-angka ini masih berupa simulasi dengan batasan yang telah ditetapkan.<\/p>\n<p>Hasil aktual sangat bergantung pada konsolidasi partai, dinamika politik dua tahun ke depan, serta keputusan siapa saja yang akhirnya akan dicalonkan secara resmi ke dalam persaingan.<\/p>\n<p>Dalam kerangka skenario berdasarkan Data SMRC menunjukkan, Gibran dan AHY masing-masing sudah kuat secara individu.<\/p>\n<p>Maka jelas, jika disatukan mereka berpotensi menjadi pasangan yang sangat sulit dikalahkan di Pilpres 2029.(Koresy)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Jakarta -Dibalikfakta.com-Hasil simulasi terbaru SMRC yang dirilis 17 Oktober 2026 menunjukkan jika Gibran Rakabuming Raka dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersanding sebagai pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden pada Pilpres 2029, Tentu keduanya berpotensi meraih dukungan sebesar 57 hingga 58 persen, angka yang jauh di atas ambang kemenangan putaran pertama. *Mengapa Dedi Mulyadi Tidak<\/p>\n","protected":false},"author":40,"featured_media":16526,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[231,28,232],"tags":[],"class_list":{"0":"post-16525","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-daerah","8":"category-kabar-indonesia","9":"category-nasional"},"views":5,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16525","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/40"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16525"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16525\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16527,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16525\/revisions\/16527"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16526"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16525"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16525"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16525"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}