


{"id":16589,"date":"2026-10-22T02:52:24","date_gmt":"2026-10-22T02:52:24","guid":{"rendered":"https:\/\/dibalikfakta.com\/?p=16589"},"modified":"2026-10-22T02:52:24","modified_gmt":"2026-10-22T02:52:24","slug":"polres-boltim-diminta-ungkap-dugaan-kasus-pengancaman-dengan-sajam-di-desa-lanut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dibalikfakta.com\/?p=16589","title":{"rendered":"Polres Boltim Diminta Ungkap Dugaan Kasus Pengancaman Dengan Sajam di Desa Lanut"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-size: 14px;\">DIBALIK FAKTA, BOLTIM-Warga Desa Lanut, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) meminta Polres Boltim untuk segera mengungkap dugaan kasus pengancaman dengan senjata tajam (Sajam) yang terjadi di Desa Lanut.<\/span><\/p>\n<p>Kasus pengancaman dengan sajam tersebut membuat warga Desa Lanut resah dan takut. Warga mendesak Kapolres Boltim agar tidak metutup mata dan segera perintahkan Kasat Reskrim Boltim untuk menangkap pelaku pengancaman.<\/p>\n<p>&#8220;Polres Boltim diminta ungkap dugaan kasus pengancaman dengan sajam di Desa Lanut. Kami warga Lanut sudah tidak nyaman. Ada orang yang ancam warga pakai parang, pakai sajam. Ini sudah dilaporkan ke polisi, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan, &#8220;ungkap salah satu warga Desa Lanut kepada media ini, Rabu (21\/10\/2026) Malam.<\/p>\n<p>Menurut warga, peristiwa pengancaman dengan sajam di Desa Lanut tersebut terjadi diperkirakan Jam 10 Malam. Yang dilakukan oleh 3 orang pelaku yakni, AM, BAS dan Gus diduga datang dengan membawa senjata tajam dan tombak untuk mengancam korban secara terang-terangan di depan umum.<\/p>\n<p>&#8220;Kejadiannya di tambang emas tepatnya dilokasi Bapak Hi Imran Desa Lanut, pelaku bawa sajam dan ancam mau bunuh. Kami bertiga ini yang menjadi korban ancaman yakni, Sefa Kumayas, Alfian Timbuleng bahkan Yulius Bororing selaku wartawan media online juga diancam dengan Tombak dan senjata tajam .<\/p>\n<p>Dan persoalan ini kami bertiga yang menjadi korban sudah melaporkan ke Mako Polres Boltim, lengkap dengan saksi dan bukti. Tapi pelakunya masih bebas berkeliaran di Desa Lanut. Kami minta Polres Boltim segera tangkap oknum tersebut, &#8221; tegas warga.<\/p>\n<p>Warga menilai, jika kasus pengancaman dengan sajam di Desa Lanut tidak segera diungkap Polres Boltim, dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan menimbulkan konflik yang lebih besar.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau Polres Boltim tidak segera ungkap dugaan kasus pengancaman dengan sajam di Desa Lanut ini, kami takut akan terjadi bentrok. Korban dan keluarga sudah sangat emosi karena pelaku masih bebas. Jangan sampai hukum main hakim sendiri terjadi di Lanut, &#8220;tambahnya.<\/p>\n<p>Aktivis pemuda Boltim juga ikut bersuara mendesak Polres Boltim untuk profesional dalam menangani kasus pengancaman dengan sajam di Desa Lanut tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Polres Boltim diminta ungkap dugaan kasus pengancaman dengan sajam di Desa Lanut. Ini kasus pidana murni, ada unsur pengancaman dengan sajam, ancamannya di atas 5 tahun penjara. Jangan sampai Polres Boltim dianggap tidak mampu atau tebang pilih dalam menangani kasus di Desa Lanut, &#8220;ujar aktivis.<\/p>\n<p>Hingga berita ini diterbitkan, Kasat Reskrim Polres Boltim belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan dugaan kasus pengancaman dengan sajam di Desa Lanut tersebut. (Hengky Kaunang)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DIBALIK FAKTA, BOLTIM-Warga Desa Lanut, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) meminta Polres Boltim untuk segera mengungkap dugaan kasus pengancaman dengan senjata tajam (Sajam) yang terjadi di Desa Lanut. Kasus pengancaman dengan sajam tersebut membuat warga Desa Lanut resah dan takut. Warga mendesak Kapolres Boltim agar tidak metutup mata dan segera perintahkan Kasat Reskrim<\/p>\n","protected":false},"author":31,"featured_media":16590,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[203,28,1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-16589","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-bolmong-raya","8":"category-kabar-indonesia","9":"category-ekonomi"},"views":16,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16589","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/31"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16589"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16589\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16591,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16589\/revisions\/16591"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16590"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16589"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16589"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16589"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}