


{"id":16687,"date":"2026-10-25T22:15:00","date_gmt":"2026-10-25T22:15:00","guid":{"rendered":"https:\/\/dibalikfakta.com\/?p=16687"},"modified":"2026-10-25T22:15:00","modified_gmt":"2026-10-25T22:15:00","slug":"jembatan-tagono-ambruk-di-awal-pekerjaan-wacana-perubahan-konstruksi-jadi-sorotan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dibalikfakta.com\/?p=16687","title":{"rendered":"JEMBATAN TAGONO AMBRUK DI AWAL PEKERJAAN, WACANA PERUBAHAN KONSTRUKSI JADI SOROTAN"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">HALMAHERA SELATAN, Dibalikfakta.com\u2014 Pembangunan jembatan laut yang menghubungkan Desa Tagono dan Mataketen, Kecamatan Makian Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), menjadi perhatian publik setelah penyangga sementara atau steleng dilaporkan ambruk saat pekerjaan masih berlangsung.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Insiden yang terjadi pada Senin (19\/10\/2026) tersebut dilaporkan turut menyebabkan seorang pekerja terkena hantaman kayu. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan teknis, metode pelaksanaan, serta pengawasan terhadap proyek infrastruktur yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp<a href=\"tel:970336239\">970.336.239<\/a> tersebut.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Proyek yang dikerjakan CV Indong Saputri dengan kontraktor Nurbaya Tuahuns itu memiliki masa pelaksanaan selama 130 hari kalender. Namun, insiden pada tahap awal pekerjaan membuat sejumlah pihak meminta agar kondisi konstruksi dan perencanaan proyek diperiksa secara menyeluruh.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Wacana Perubahan Konstruksi Perlu Dijelaskan<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah munculnya wacana perubahan konstruksi setelah kondisi lapangan dinilai memiliki tantangan tersendiri, terutama berkaitan dengan karakteristik perairan dan gelombang laut di sekitar lokasi pembangunan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sebelumnya, pihak kontraktor menyampaikan bahwa kondisi lokasi yang dinilai rawan ombak baru diketahui ketika pelaksanaan pengukuran awal atau Mutual Check Nol (MC-0).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Keterangan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana survei lapangan dan kajian teknis telah dilakukan sebelum pekerjaan dimulai.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dalam proyek infrastruktur yang berada di kawasan pesisir, kesesuaian antara perencanaan dan kondisi aktual di lapangan merupakan aspek penting. Karena itu, setiap rencana perubahan desain maupun metode konstruksi perlu didasarkan pada kajian teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Perubahan konstruksi juga perlu dijelaskan secara terbuka, termasuk alasan teknis, mekanisme persetujuan, serta dampaknya terhadap keselamatan, mutu pekerjaan, jadwal pelaksanaan, dan nilai kontrak apabila terdapat perubahan yang memengaruhi komponen tersebut.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Keselamatan Pekerja dan Kualitas Bangunan Harus Diutamakan<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ambruknya penyangga sementara tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran atau kegagalan pada konstruksi utama. Namun, insiden tersebut menjadi alasan kuat untuk melakukan pemeriksaan guna mengetahui penyebab kejadian dan memastikan metode kerja yang digunakan telah memenuhi persyaratan keselamatan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Evaluasi perlu mencakup kondisi penyangga, mutu material, metode pemasangan, pengaruh gelombang dan arus laut, serta penerapan standar keselamatan kerja di lokasi proyek.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pemeriksaan juga penting untuk memastikan bahwa pekerjaan berikutnya tidak dilanjutkan dengan mengabaikan risiko yang belum ditangani.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Selain keselamatan pekerja, kualitas jembatan yang nantinya digunakan masyarakat harus menjadi prioritas. Infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran daerah diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, bukan justru menimbulkan persoalan baru setelah selesai dikerjakan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pemerintah Diminta Memberikan Penjelasan<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui instansi teknis terkait diharapkan memberikan penjelasan mengenai dasar penetapan lokasi, kesiapan perencanaan, serta langkah evaluasi setelah ambruknya penyangga sementara tersebut.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Konsultan pengawas dan kontraktor juga perlu memberikan keterangan mengenai penyebab kejadian serta langkah perbaikan yang direncanakan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Jika ditemukan ketidaksesuaian terhadap kontrak, spesifikasi teknis, atau ketentuan keselamatan, penanganannya perlu dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan peraturan yang berlaku.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Transparansi menjadi penting agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai pelaksanaan proyek, termasuk kepastian bahwa setiap perubahan pekerjaan dilakukan melalui prosedur yang benar.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Hingga informasi ini disusun, penyebab pasti ambruknya penyangga sementara serta rincian resmi mengenai rencana perubahan konstruksi masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Redaksi <a href=\"http:\/\/Dibalikfakta.com\">Dibalikfakta.com<\/a> menilai bahwa insiden ini perlu menjadi momentum bagi evaluasi teknis secara menyeluruh. Dengan demikian, keselamatan pekerja tetap terjaga, penggunaan anggaran daerah dapat dipertanggungjawabkan, dan pembangunan Jembatan Tagono benar-benar menghasilkan infrastruktur yang aman serta bermanfaat bagi masyarakat.(SA\/Team)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HALMAHERA SELATAN, Dibalikfakta.com\u2014 Pembangunan jembatan laut yang menghubungkan Desa Tagono dan Mataketen, Kecamatan Makian Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), menjadi perhatian publik setelah penyangga sementara atau steleng dilaporkan ambruk saat pekerjaan masih berlangsung. Insiden yang terjadi pada Senin (19\/10\/2026) tersebut dilaporkan turut menyebabkan seorang pekerja terkena hantaman kayu. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan teknis,<\/p>\n","protected":false},"author":37,"featured_media":16688,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[231],"tags":[],"class_list":{"0":"post-16687","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-daerah"},"views":45,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16687","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/37"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16687"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16687\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16689,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16687\/revisions\/16689"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16688"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16687"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16687"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16687"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}