


{"id":9909,"date":"2023-09-29T22:10:51","date_gmt":"2023-09-29T22:10:51","guid":{"rendered":"https:\/\/dibalikfakta.com\/?p=9909"},"modified":"2023-09-29T22:12:24","modified_gmt":"2023-09-29T22:12:24","slug":"fam-fam-mododatu-keturunan-para-raja-bolaang-mongondow","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dibalikfakta.com\/?p=9909","title":{"rendered":"Fam-Fam &#8220;Mododatu&#8221; Keturunan Para Raja Bolaang Mongondow"},"content":{"rendered":"<p>BOLMONG,_dibalikfakta.com_Jumat (29\/9\/23) dikutip dari salu satu pemberitaan media online Tribun Manado.co.id bahwa seperti yang tertulis dibawah inilah buku-buku sejarah menceritakan fam atau marga-marga memiliki garis keturunan raja Bolang Mongondow (Bolmong). <\/p>\n<p>Fam-fam (marga-marga) Mongondow yang notabennya adalah fam-fam Mododatu atau marga-marga para raja Bolaang Mongondow yang telah dibuktikan dengan berbagai data-data, literatur, kajian-kajian, dan daftar silsila keturunan raja-raja Bolaang Mongondow dari berbagai sumber adalah Fam-Fam sebagai berikut :<\/p>\n<p>&#8220;GUMALANGIT; GINSAPONDO atau Tumanurung; PONDADAT(ayah kandung dari Raja Ponamon) atau leluhurnya(kakeknya) Raja Paputungan, dll.; TAMBARIGI; GOLONGGOM; GINUPIT; YAYUBANGKAI; PONAMON; MAMONTO; PAPUTUNGAN; KOLOPITA; BUSISI; SIMBALA; DAMOKIONG; BAHANSUBU; LOBANSUBU; DOLOT; GINOGA; DATUELA; DAMOKIONG; DAMOPOLII putranya Yayubangkai; DAMOPOLII putranya Paputungan; DABIT; BANGKIANG; MAKALALAG; MAKALALO; MALASAI; MALAH; MOKOAGOW; LOMBAN; DUWATA&#8217; atau DUATA&#8217;; BONDE; DAKOTEGELAN; KOINSING; MOKOAPA; MOKODOMPIT; KOBANDAHA; KUNSI&#8217;; PINUYUT; BANGOL(dari jalur keturunan Mamonto); MANGGOPA; PANGGULU; MAKALUNSENGE; MOKOTOLOI; POLO; PUDUL; MANOPPO atau MANOPO, beserta keturunan-keturunannya yang tidak dapat disebutkan satu persatu, karena semuanya adalah keturunan RAJA LOLODA MOKOAGOW ATAU DATU BINANGKANG DAN SERING DISEBUT KI MOKOAGOW ATAU KI ABO&#8217; MOKOAGOW,<\/p>\n<p>dimana fam-fam tersebut secara geneologi menunjukan keturunan pewaris darah raja-raja Mongondow atau golongan Mododatu yaitu yang berhak menjadi raja Bolaang Mongondow berdasarkan garis keturunan secara &#8220;PATRILINEAL (Garis keturunan yang ditarik dari pihak ayah secara turun temurun)&#8221; dalam setiap pengangkatan Raja-Raja Bolaang Mongondow atau Para Datu Binangkang(Raja-Raja Loloda Mokoagow) berdasarkan hukum adat atau hukum tua(Lihat W. Dunnebier tahun 1984 halaman 21 baris ke-15 kata pertama sampai baris ke-16 kata ke-3) berbunyi :<\/p>\n<p>&#8220;PENGANGKATAN RAJA SENANTIASA AKAN DIPILIH DARI PIHAK PRIA KETURUNAN RAJA-RAJA&#8221; yang mana kesemua fam-fam yang telah disebutkan di awal tulisan ini beserta keturunan-keturunannya berdasarkan Patrilineal adalah semuanya mewarisi DARAH MODODATU(darah keturunan para raja Bolaang Mongondow) karena kesemuanya adalah keturunan PARA PUNU&#8217; MOLANTUD MOKODOLUDUT ATAU RAJA-RAJA LOLODA MOKOAGOW\/ PARA DATU BINANGKANG SECARA PATRILINEAL{pihak-pihak yang berhak dirajakan atau pewaris tahta dan berhak memakai simbol-simbol raja seperti Golomang, kulintang(alat-alat musik tertentu) dan atribut-atribut Mododatu lainnya} dan lain-lain sebagai tanda atau atribut wajib yang digunakan oleh kaum raja atau keturunan Mododatu, yaitu Golongan Raja yaitu garis keturunan secara patrilineal yang telah diwarisi dari Para Punu&#8217; Molantud Mokodoludut, seperti Adat Pernikahan\/Perkawinan, Pesta, dan pada Upacara Adat Kematian pada keluarga keturunan raja atau fam-fam\/marga-marga kaum mododatu.<\/p>\n<p>(Fadly)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BOLMONG,_dibalikfakta.com_Jumat (29\/9\/23) dikutip dari salu satu pemberitaan media online Tribun Manado.co.id bahwa seperti yang tertulis dibawah inilah buku-buku sejarah menceritakan fam atau marga-marga memiliki garis keturunan raja Bolang Mongondow (Bolmong). Fam-fam (marga-marga) Mongondow yang notabennya adalah fam-fam Mododatu atau marga-marga para raja Bolaang Mongondow yang telah dibuktikan dengan berbagai data-data, literatur, kajian-kajian, dan daftar silsila<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9911,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[203,28,1],"tags":[206],"class_list":{"0":"post-9909","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-bolmong-raya","8":"category-kabar-indonesia","9":"category-ekonomi","10":"tag-bolmong"},"views":102,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9909","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9909"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9909\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9910,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9909\/revisions\/9910"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9911"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9909"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9909"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dibalikfakta.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9909"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}