Sulut – dibalikfakta.com – Sekitar 2000-an warga Indonesia di Kamboja yang ingin pulang ke tanah air, Alasan mereka adalah suasana di Kamboja yang tidak kondusif. Di tengah suasana batin yang mencekam itu, tiga warga Sulut malah nekad berangkat ke Kamboja. 
Dengan tenang, ketiganya antri di bandar udara Sam Ratulangi Manado, Selasa (10/2/2026) sekira pukul 06.00 Wita,
Bandara Sam Ratulangi Manado berada di Mapanget.
Jaraknya sekira 11 kilometer dari kantor Gubernur Sulut.
Mereka tak tahu, aktivitasnya sudah dipantau tim Resmob Polda Sulut.
Langsung saja ketiganya diamankan aparat.
Dari Bandara Sam Ratulangi, ketiganya dibawa ke Polda Sulut.
Terpantau tiga orang tersebut – dua perempuan dan satu pria – menjalani pemeriksaan di Direktorat PPA/PPO Polda Sulut.
Dari ruangan bawah, mereka
dibawa ke ruangan atas.
Tampak korban wanita yang berambut pirang mengenakan masker, berjalan paling depan.
Di belakangnya korban pria. Menyusul seorang lagi korban wanita mengenakan rok merah muda.
Kapolda Sulut Irjen Pol. Roycke Harry Langie, melalui :
Waka tim Resmob Polda Sulawesi Utara Ipda Andros Geraldo Hiinur yang dijumpai di lokasi penangkapan menuturkan, pihaknya bergerak setelah beroleh informasi.
“Kami ada patroli medsos,” katanya.
Menurut dia, tiga korban telah dipantau sejak Senin kemarin.
Ia menuturkan, ketiganya diduga ke Kamboja dengan tujuan judi online.
“Dari interogasi awal, ketiganya sudah jelas judi online” katanya.
Dikatakannya, dari tiga orang tersebut, seorang sudah dia kali ke Kamboja
Seorang lagi, baru akan kedua kali.
“Satu lagi baru pertama,” katanya.
Ia menyebut ketiga orang itu untuk sementara masih berstatus korban TPPO.
Dirinya mengimbau warga Sulut untuk tidak hati hati saat mendapat tawaran pekerjaan di luar negeri.
“Jangan pergi ke
Kamboja dimana negara itu bukan tujuan pekerjaan, nanti sudah balik kemari,” katanya.
Menurut dia, adalah ironis bilamana banyak warga Indonesia di Kamboja yang ingin kembali, ada saja warga Sulut yang mau kerja disana berangkat secara Ilegal ke-Kamboja.
Robby w



