Sangihe – Dibalikfakta.com – Puskesmas Siloam yang merupakan Pusat kesehatan yang pertama di kecamatan Tamako menuai protes lantaran kondisi kebersihan yang tak terjaga disebabkan kamar kecil (WC) selain jorok dan rusak belum diperbaiki.
Protes tersebut dilayangkan oleh sejumlah pasien dan keluarganya, Sabtu (15/7/2023). Kotornya sebagian ruangan di RS tersebut tak hanya ditemui di luar bagian belakang, tetapi hingga ke kamar kecil tempat buang air besar dan air kecil (WC) yang rusak tidak bisa digunakan, bak air penampung juga tak bisa menampung air menyebabkan banyak pasien yang terkendala soal kebutuhan air. seperti mandi dan buang air.
salah satu keluarga pasien yang tidak ingin dipublis di Puskesmas ini, melontarkan keluhannya. Menurut dia, kondisi yang ia lihat di Puskesmas Siloam Tamako sama sekali tidak menunjukkan ciri RS pada umumnya.
“Ruangannya jauh dari layak untuk tempat merawat pasien. Kotor, bau, bak penampungan air rusak, terpaksa pasien dan keluarganya harus mandi di luar rumah sakit. Ini kan merepotkan pasien dan keluarganya,” ujarnya
Keluarga pasien Simon Maniku pun mengeluhkan hal yang sama, terutama persoalan air bersih. Agar bisa mandi atau buang air.
“Orang masuk rumah sakit mau sembuh, tapi kalau kondisi seperti ini jorok, kotoran WC tersumbat dan berbau, membuat pasien malah tambah sakit,” ujar dari salah seorang keluarga pasien.
Sementara itu salah seorang perawat yang ada di Puskesmas Siloam Agreisye Harikatan menyampaikan kepada wartawan Dibalikfakta.com terkait sampah yang berserakan di beberapa titik itu disebabkan sampah dari pasien.
“Memang betul itu sampah yang dibuang oleh pasien yang berada di ruangan masing – masing. Dan kami disini sudah mempunyai petugas kebersihan, serta di bagian samping batas dengan dinding lapas Tamako tidak ada akses untuk masuk membersihkan selain melalui jendela yang ada di ruangan pasien,”ucap Agreisye saat mengunjungi setiap ruangan pasien dikarenakan hari Minggu dokter libur.
(*Udy)



