Sangihe, Dibalikfakta.com – Rabu (17/4/24) Berdasarkan Laporan dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menyampaikan mengenai keadaan aktivitas terkini dua Gunung di Sulawesi Utara yaitu Gunung Ruang di Tagulandang dan Gunung Awu di Sangihe.
Peningkatan aktivitas dari Gunung Ruang, Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara menyebabkan status Gunung ini naik dari Level II (Waspada) kini menjadi menjadi Level III (Siaga) terhitung sejak 16 April 2024 pukul 16.00 WITA.
Tercatat dalam kurun waktu 12 jam, pukul 00.00–12.00 WITA, jumlah gempa vulkanik dalam mengalami eskalasi 198 kejadian dan tercatat gempa tektonik jauh 2 kali kejadian.
Pada hari ini 17 April 2024 pukul 01:08 Wita, Erupsi Gunung Ruang yang terekam di Seismogram dengan amplitudo maksimum 55 mm dan durasi sementara ini kurang lebih 2 menit.
Sekretaris BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro, Theo Umbas menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna melakukan evakuasi terhadap 272 KK atau 838 jiwa terdampak mereka merupakan masyarakat yang berada di dua kampung, yakni Kampung Laingpatehi dan Pumpente.
“Tadi juga kami sudah melakukan koordinasi dengan ketua tim pemantau gunung berapi dan berdasarkan rekomendasi mereka agar segera di lakukan evakuasi secepatnya, hal ini dikarenakan pertimbangan jarak agak jauh dimana berada di pulau kecil,” tutur Umbas
Sedangkan Untuk Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, kini statusnya naik dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Kepala Pos Pengamatan Gunung Awu Sangihe, Didi Wahyudi membenarkan hal itu. “Iya, informasi itu benar, status Gunung Awu dinaikan dari Level II (Waspada) ke level III (Siaga) sejak pukul 18.00 Wita tanggal 16 April 2024,” ungkap Wahyudi.
Wahyudi juga mengimbau kepada masyarakat tidak memasuki atau beraktivitas di dalam wilayah radius 5 km dari pusat kawah Gunung Awu.

Masyarakat disekitar Gunung Awu diharapkan agar tetap tenang, serta tidak terpancing dengan isu – isu mengenai aktivitas Gunung Awu yg tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Masyarakat diharap mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe.
(Saul)



