Jakarta dibalikfakta.com – Partai Demokrat di Sulawesi Utara kembali disorot. Dua oknum anggota DPRD dari Fraksi Demokrat Sulawesi Utara inisial SSR dapil Minahasa Utara,dan NVB DPC Manado diduga terlibat kasus penipuan dan pemerasan terhadap mantan calag Pantai Demokarat sulut dapil Minsel Inisial JOS .
Informasi JOS yang diduga menjadi korban oleh ke dua oknum tersebut, dengan modus menjanjikan jabatan PAWย tapi sayangnya janji tersebut diduga hanyaย modus untuk memanfaatkan korban.
tim media mengkonfirmasi langsung ke korban Jos melalui whatsapp, terkait hal tersebut, jos mengaku dan sudah menyerahkan sepenuhnya kepada DPP dan DPD Terkait permasalahan tersebut. Singkat josย
Terkait permasalahan tersebut Ketua DPD Partai Demokrat Sulut Mor Dominus Bastian menyampaikan pesan sejuk kepada seluruh kader agar tetap menjaga marwah partai. Kita semua baik-baik saja dan saling menghormati satu sama lain. Tidak perlu memperbesar hal-hal kecil atau terus memikirkan siapa yang benar dan siapa yang salah. Dalam setiap hubungan pasti ada saatnya terjadi perbedaan pendapat, kesalahpahaman, atau mungkin ada perkataan dan sikap yang tanpa sengaja membuat orang lain merasa kurang nyaman. Itu adalah sesuatu yang wajar, selama kita semua punya niat baik untuk saling memahami dan tidak menyimpan perasaan yang tidak perlu. Yang paling penting adalah bagaimana kita menyikapi semuanya dengan kepala dingin dan hati yang terbuka. Kita tidak harus selalu memiliki pemikiran, pendapat, atau cara pandang yang sama. Justru dengan adanya perbedaan, kita belajar untuk lebih memahami karakter satu sama lain, belajar mendengarkan, dan belajar menghargai bahwa setiap orang mempunyai sudut pandangnya sendiri. Ucap mor
Kalau memang ada sesuatu yang kurang berkenan, sebaiknya kita bicarakan dengan baik-baik daripada membiarkannya menjadi salah paham yang semakin besar. Tidak ada gunanya menyimpan rasa kesal, kecewa, atau prasangka terhadap satu sama lain. Hidup sudah cukup banyak persoalannya, jadi jangan sampai hubungan yang sebenarnya baik menjadi renggang hanya karena hal-hal yang sebetulnya bisa diselesaikan dengan komunikasi dan saling pengertian.
Kita semua tentu mempunyai kekurangan dan pernah melakukan kesalahan. Tidak ada seorang pun yang selalu benar dalam setiap keadaan. Karena itu, selama tidak ada niat buruk dan kita masih bisa saling menghargai, saya rasa tidak ada alasan untuk membuat keadaan menjadi lebih rumit. Apa yang sudah terjadi biarlah menjadi pelajaran bagi kita semua, bukan sesuatu yang terus dibawa atau diungkit kembali.
Saya berharap setelah ini kita bisa tetap seperti biasa, tetap saling menyapa, saling menghormati, dan menjaga hubungan baik tanpa ada rasa canggung ataupun perasaan yang tertinggal. Kalau ada perbedaan, kita terima dengan dewasa. Kalau ada kesalahpahaman, kita luruskan dengan baik. Dan kalau ada kesalahan, kita belajar untuk saling memaafkan.
Pada akhirnya, hubungan baik jauh lebih berharga daripada memenangkan sebuah perdebatan atau mempertahankan ego masing-masing. Tidak semua persoalan harus berakhir dengan menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Kadang yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa melewati suatu masalah tanpa kehilangan rasa hormat dan hubungan baik yang selama ini sudah terjalin.
Jadi mari kita tinggalkan hal-hal yang kurang baik di belakang dan melangkah ke depan dengan pikiran yang lebih positif. Tidak perlu ada rasa tidak enak, tidak perlu saling menjauh, dan tidak perlu menyimpan sesuatu di dalam hati. Kita tetap menjadi diri kita masing-masing, tetapi tetap memberikan ruang untuk saling memahami dan menghargai.
Semoga ke depannya hubungan kita semua tetap baik, bahkan bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kita jaga komunikasi, kita jaga perkataan dan sikap, dan yang paling penting kita tetap memperlakukan satu sama lain dengan rasa hormat. Karena pada akhirnya, kedamaian, kebersamaan, dan hubungan yang tulus jauh lebih berarti daripada persoalan-persoalan kecil yang suatu hari nanti mungkin bahkan sudah tidak kita ingat lagi.tutup mor
Jika benar adanya dan terbukti maka sesuatuPasal 368 KUHP tentang Pemerasan` dan `Pasal 378 KUHP tentang Penipuan`. Dan bisa saja ke-duanya mendapatkan sanksi tegas dari partai Demokarat
Tim Redaksi



