• Politik
  • Masyarakat,sosial, budaya
  • Kabar Indonesia
  • Daerah
  • Global
  • Nasional

Suscribe Untuk Mendapatkan Berita Terbaru

Masukan Email anda untuk mendapatkan Informasi Terbaru Dari Kami GRATIS

Facebook Twitter Instagram
Trending
  • Event Hiburan 26 Agustus 2026 Sukses Digelar, Dedy Dukun Tampil Bareng Sejumlah Artis Lainnya Tampil Keren
  • Kapolda Sulut Berganti, Tongkat Komando Diserahkan kepada Kapolda Baru Brigjen Pol Yudho Hermanto
  • Diduga Bos Tayo Terlibat PETI,LSM Nilai Polda Sulut dan Polres Mitra Abaikan dan Tutup Mata
  • Kasus Penganiayaan di Desa Matungkas, Akhirnya IT Alias Isak Menyerahkan Diri Ke Polsek Dimembe dan Siap Bertanggung Jawab
  • DPD GNTI Jakarta Beri Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kampung Nelayan Muara Karang
  • Didugaan Kuasai Tambang Ilegal, Bos “Tayo” Disorot LSM KNM Sambangi Mabes Polri Buat Laporan
  • Aksi Kepala Desa Atoga Hentikan Kegiatan Tambang Ilegal, Cinta Amelia Beri Apresiasi dan Itu Cerminan Bagi Aparat penegak hukum di Sulawesi Utara
  • ‎25 Tahun Demokrat Lahir, Bersama Rakyat Bukan Hanya Momentum Politik ‎Tapi Kerja Nyata Langsung Dirasakan Masyarakat Tomohon
Facebook Twitter Instagram Pinterest Vimeo
DibalikfaktaDibalikfakta
  • Politik

    ‎25 Tahun Demokrat Lahir, Bersama Rakyat Bukan Hanya Momentum Politik ‎Tapi Kerja Nyata Langsung Dirasakan Masyarakat Tomohon

    28 Agustus 2026

    Partai Demokrat Sulut Dihujani Isu Dugaan Penipuan dan Pemerasan, Ketua DPD Demokrat Sulut Imbau Kader Jaga Marwah Partai

    28 Agustus 2026

    Dr. dr. JESIS GRETCHEN, SH, MH, M.Pd, M.Th: Perlunya Dievaluasi Total Terkait Adanya Korban Keracunan Program MBG

    7 Agustus 2026

    Polda Metro Jaya Kembalikan 67 Kendaraan kepada Pemilik yang Sah

    31 Juli 2026

    LSM JAMA Soroti Rp1,46 Miliar Belum Tertib: Kesalahan KPU di Sulut Berulang Tanpa Perubahan

    27 Juli 2026
  • Masyarakat,sosial, budaya

    Event Hiburan 26 Agustus 2026 Sukses Digelar, Dedy Dukun Tampil Bareng Sejumlah Artis Lainnya Tampil Keren

    31 Agustus 2026

    Kapolda Sulut Berganti, Tongkat Komando Diserahkan kepada Kapolda Baru Brigjen Pol Yudho Hermanto

    31 Agustus 2026

    Diduga Bos Tayo Terlibat PETI,LSM Nilai Polda Sulut dan Polres Mitra Abaikan dan Tutup Mata

    31 Agustus 2026

    Kasus Penganiayaan di Desa Matungkas, Akhirnya IT Alias Isak Menyerahkan Diri Ke Polsek Dimembe dan Siap Bertanggung Jawab

    30 Agustus 2026

    DPD GNTI Jakarta Beri Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kampung Nelayan Muara Karang

    30 Agustus 2026
  • Kabar Indonesia

    Event Hiburan 26 Agustus 2026 Sukses Digelar, Dedy Dukun Tampil Bareng Sejumlah Artis Lainnya Tampil Keren

    31 Agustus 2026

    Kapolda Sulut Berganti, Tongkat Komando Diserahkan kepada Kapolda Baru Brigjen Pol Yudho Hermanto

    31 Agustus 2026

    Diduga Bos Tayo Terlibat PETI,LSM Nilai Polda Sulut dan Polres Mitra Abaikan dan Tutup Mata

    31 Agustus 2026

    Kasus Penganiayaan di Desa Matungkas, Akhirnya IT Alias Isak Menyerahkan Diri Ke Polsek Dimembe dan Siap Bertanggung Jawab

    30 Agustus 2026

    DPD GNTI Jakarta Beri Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kampung Nelayan Muara Karang

    30 Agustus 2026
  • Daerah
  • Global
  • Nasional
DibalikfaktaDibalikfakta
Masyarakat,sosial, budaya

Transformasi Pola Rekrutmen GMNI Manado: Makan Bubur Panas Ambil Dari Pinggir

CPBy CP17 Juli 2026Tidak ada komentar14 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Transformasi Pola Rekrutmen GMNI Manado: Makan Bubur Panas Ambil Dari Pinggir

SULUT-Deon Yohanes Wonggo, Presidium DAERAH IKA GMNI Sulawesi Utara 2025-2027, dan Jurnalis Biro Pemprov Sulut

Pepatah bijak “Makan bubur panas ambil dari pinggir” mengajarkan: jangan terburu-buru meraih hal besar atau inti tujuan sebelum bagian pinggirnya matang dan siap diambil; mulailah dari yang terdekat, yang paling sederhana, perlahan, hati-hati, pastikan setiap langkah kokoh, baru kemudian merambah ke tengah hingga tercapai tujuan secara utuh dan aman.

Prinsip ini sangat selaras dengan hakikat kaderisasi GMNI Manado, yakni membangun kader bukan sekadar mencari anggota sebanyak-banyaknya, melainkan menumbuhkan insan yang berkarakter, memahami nilai perjuangan, dan siap mengemban amanah secara bertahap.

Amanah dan tanggung jawab organisasi adalah “bubur panas” jika diambil langsung dari tengah tanpa kesiapan, pemahaman, dan kedewasaan, akan mudah melukai diri sendiri maupun organisasi.

Oleh sebab itu, rekrutmen kader GMNI Manado dikembangkan mengikuti pola ini, dimulai dari lingkaran terdekat, melibatkan elemen paling dasar, membangun kesadaran perlahan, hingga lahir kader yang kokoh jiwanya dan matang pemikirannya.

BAB I: MAKNA FILOSOFI “MAKAN BUBUR PANAS AMBIL DARI PINGGIR” DALAM KONTEKS KADERISASI GMNI MANADO

Filosofi “Makan bubur panas ambil dari pinggir” bukan sekadar ungkapan kebiasaan sehari-hari, melainkan pedoman kebijaksanaan yang sarat makna tentang kesabaran, kehati-hatian, ketelitian, serta cara meraih sesuatu yang berharga dengan aman dan kokoh.

Prinsip ini menjadi landasan paling tepat dan selaras dengan hakikat pembinaan kader di GMNI Manado, karena kaderisasi sejati bukanlah proses yang bisa dipercepat, dipaksakan, atau diselesaikan secara instan.

Nilai perjuangan, amanah, dan tanggung jawab organisasi ibarat bubur yang masih sangat panas: jika langsung disentuh atau diambil pada bagian tengahnya tanpa persiapan, kesiapan, dan kehati-hatian yang cukup, hal itu akan melukai diri sendiri, merusak isi yang seharusnya dinikmati bersama, bahkan berujung pada kegagalan atau kesalahpahaman yang sulit diperbaiki.

Oleh sebab itu, pendekatan bertahap, dimulai dari sisi yang paling siap, paling mudah dijangkau, dan perlahan bergerak menuju intinya, menjadi cara yang paling benar untuk membentuk kader yang utuh jiwa, matang pemikiran, dan teguh pendirian.

TAHAP 2: MEMPERLUAS DAN MEMATANGKAN “PINGGIRAN” – PEMBINAAN BERTAHAP

Setelah calon kader terbukti memiliki kesungguhan hati, niat yang tulus, serta telah memahami hal-hal dasar mengenai organisasi, barulah kita perlahan memberikan bekal ilmu, pengalaman, dan tanggung jawab yang lebih mendalam.

Langkah ini persis ibarat menyentuh pinggiran bubur yang suhunya sudah mulai turun dan isinya semakin matang, sehingga aman untuk diambil sedikit demi sedikit, sebelum akhirnya siap menikmati keseluruhannya.

Proses ini tidak boleh dilewati, tidak boleh dipercepat, dan tidak boleh dipaksakan, karena tahapan ini adalah masa penempaan watak, pendalaman pemahaman, serta pembentukan jiwa kader yang sesungguhnya.

Berikut adalah uraian mendalam mengenai langkah-langkah yang dilakukan pada tahap ini:

1. Pendidikan Dasar Kader yang Menyeluruh dan Berjenjang

Lakukan pembinaan materi secara bertahap dan teratur, dimulai dari hal yang paling mendasar, yaitu sejarah lahirnya GMNI, perjuangan para pendahulu, makna lambang dan semboyan, hingga pemahaman mendalam terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, serta hak dan kewajiban seorang anggota.

Selanjutnya berikan pemahaman mengenai kondisi nyata bangsa Indonesia, khususnya dinamika pembangunan, tantangan, serta potensi yang ada di Sulawesi Utara. Prinsip yang dipegang teguh adalah: jangan pernah melanjutkan ke materi yang lebih berat atau lebih rumit apabila materi dasar belum benar-benar dikuasai, dipahami, dan dihayati sepenuhnya.

Pemahaman yang kuat sejak awal akan menjadi bekal tak ternilai agar kelak kader tidak mudah goyah, tidak salah langkah, dan tetap teguh memegang prinsip organisasi dalam situasi apa pun.

2. Pengujian Watak dan Konsistensi Melalui Tugas Nyata

Berikan tugas-tugas yang tampak sederhana namun memiliki nilai ujian yang sangat tinggi terhadap tanggung jawab dan ketulusan hati.

Mulai dari membantu persiapan rapat atau kegiatan, merapikan dokumen, mendokumentasikan jalannya acara, berkoordinasi dengan rekan-rekan, hingga mengumpulkan data atau informasi sederhana.

Dari tugas-tugas kecil inilah diamati dan dinilai dengan teliti, antara lain! ketepatan waktu kehadiran, sikap rendah hati saat menerima arahan maupun nasihat, kerelaan bekerja keras tanpa mengharapkan pujian atau imbalan, serta kejujuran dalam menyelesaikan apa yang dipercayakan.

Watak yang teruji sejak dini adalah jaminan terpenting bahwa kelak saat memegang amanah besar, ia akan tetap setia, dapat dipercaya, dan tidak akan menyimpang dari tujuan mulia organisasi.

3. Pembinaan Berpikir Kritis Melalui Diskusi dan Pengalaman Langsung

Ajak calon kader untuk terlibat aktif dalam diskusi kajian mengenai isu-isu yang menyangkut kehidupan mahasiswa, persoalan pembangunan di Sulawesi Utara, hingga permasalahan berbangsa dan bernegara.

Latih mereka untuk mampu berpikir secara kritis, mendasar, dan berlandaskan fakta, namun juga mampu menyampaikan pendapat dengan bahasa yang santun, beretika, serta tetap menghargai perbedaan pandangan dari orang lain.

Selain kegiatan di ruangan, libatkan mereka secara langsung dalam kegiatan pengabdian atau bakti sosial, agar mereka dapat merasakan sendiri kehidupan, kesulitan, harapan, serta cita-cita rakyat kecil.

Pengalaman ini akan menumbuhkan empati yang mendalam, sehingga kelak setiap perjuangan yang dilakukan lahir dari hati yang peka, bukan sekadar teori semata.

4. Menanamkan Semangat Persatuan dan Persaudaraan Sejati

Terus tanamkan dan amalkan semboyan Torang Samua Basudara secara nyata.

Penerimaan harus terbuka seluas-luasnya bagi mahasiswa dari segala latar belakang suku, agama, asal daerah, maupun status sosial ekonomi.

Pastikan tidak ada satu pun calon kader yang merasa tersisih, dipandang sebelah mata, atau dibeda-bedakan.

Persatuan yang kokoh, rasa persaudaraan yang tulus, dan kebersamaan tanpa sekat adalah sumber kekuatan terbesar GMNI yang harus dijaga dan dibina sejak tahap pembinaan ini.

BAB III: KEUNGGULAN POLA “MAKAN BUBUR PANAS AMBIL DARI PINGGIR” BAGI PENGEMBANGAN GMNI MANADO

Penerapan pola bertahap, bijaksana, dan berlandaskan kearifan lokal ini bukan sekadar pilihan cara kerja, melainkan langkah strategis yang menyimpan banyak keunggulan mendasar bagi keutuhan, kemajuan, dan jati diri GMNI Manado.

Berbeda dengan pola instan yang hanya mengejar jumlah anggota atau popularitas sesaat, pendekatan ini menghasilkan dampak yang mendalam, berakar kuat, dan bermanfaat jangka panjang bagi perjuangan organisasi.

Berikut adalah uraian lengkap mengenai keunggulan-keunggulan utamanya:

✅ Melahirkan Kader yang Berkualitas, Bukan Sekadar Banyak

Kualitas kader jauh lebih berharga daripada sekadar jumlah yang banyak.

Kader yang lahir melalui proses bertahap, perlahan, dan ditempa dengan sungguh-sungguh akan memiliki pemahaman yang mendalam mengenai sejarah, nilai, serta tujuan perjuangan GMNI, bukan hanya sekadar mengetahui aturan secara permukaan.

Watak, kesetiaan, dan ketulusan mereka telah teruji sejak lama, sehingga tumbuh rasa memiliki yang sangat kuat, rasa tanggung jawab yang tinggi, dan kesadaran bahwa organisasi ini adalah rumah bersama yang harus dijaga, dibela, dan dimajukan sepenuh hati.

Kader seperti inilah yang akan menjadi tulang punggung perjuangan sejati, bukan mereka yang hanya hadir saat ada kegiatan atau keuntungan semata.

✅ Mencegah Dini Segala Bentuk Penyimpangan

Karena dilakukan melalui tahapan penyaringan, pengenalan, dan pembinaan yang berjalan lama serta teliti, maka orang-orang yang bergabung semata-mata demi mencari keuntungan pribadi, popularitas, kepentingan golongan, atau ingin memanfaatkan nama organisasi akan tersaring dan teridentifikasi sejak tahap paling awal.

Mereka tidak akan bertahan lama dalam proses yang menuntut kesungguhan, kerja keras tanpa pamrih, dan kesabaran.

Dengan demikian, organisasi terhindar dari risiko terseret hal-hal yang dapat merusak nama baik, menyimpang dari prinsip perjuangan, atau memecah belah persatuan yang telah dibangun dengan susah payah.

✅ Membangun Persatuan dan Persaudaraan yang Sangat Kokoh

Seluruh proses ini sejak awal mengutamakan semangat persaudaraan sejati sesuai semboyan Torang Samua Basudara.

Calon kader saling mengenal watak, latar belakang, dan kebaikan masing-masing dalam waktu yang cukup lama, sehingga tumbuh rasa saling menghargai, saling percaya, dan saling menguatkan.

Tidak ada kesenjangan, tidak ada kesombongan, dan tidak ada perbedaan perlakuan.

Persatuan yang terbentuk bukan karena ikatan janji semata, melainkan karena kebersamaan tumbuh perlahan dan batin yang sudah menyatu, menjadikan organisasi sangat kuat menghadapi segala tantangan dari luar maupun dari dalam.

✅ Menjamin Keberlanjutan Perjuangan Organisasi

Kader yang dibentuk melalui pola ini telah dipersiapkan secara utuh untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dan perjuangan dengan cara yang benar, sesuai jalur, serta memegang teguh nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.

Tidak akan terjadi kekosongan pemahaman, penyimpangan arah, atau pergantian kepemimpinan yang membawa perubahan yang tidak dikehendaki.

Nilai-nilai kemandirian, kebenaran, keadilan, dan pengabdian kepada rakyat akan terus terjaga murni dan terpelihara dengan baik dari satu generasi ke generasi berikutnya.

✅ Mencerminkan dan Melestarikan Budaya Luhur Asli Sulawesi Utara

Pola ini sepenuhnya selaras dengan karakter dan budaya luhur masyarakat Sulawesi Utara: sifat yang sabar, rendah hati, teliti, tidak terburu-buru, tidak menyombongkan diri, serta selalu mengutamakan keselamatan, kebaikan, dan kepentingan bersama di atas kepentingan diri sendiri.

Dengan menerapkannya, GMNI Manado tidak hanya bergerak sebagai organisasi perjuangan nasional, tetapi juga menjadi pelopor yang hidup dan mewujudkan kearifan lokal bangsa sendiri dalam setiap langkah dan perilaku pengurus maupun anggotanya.

BAB IV: PRINSIP DAN HAL YANG WAJIB SELALU DIPERTAHANKAN DAN DIPEGANG TEGUH

Keberhasilan penerapan pola rekrutmen dan pembinaan kader dengan prinsip “Makan Bubur Panas Ambil Dari Pinggir” tidak hanya bergantung pada tata cara pelaksanaannya, melainkan sangat ditentukan oleh keteguhan kita memegang nilai-nilai dasar yang tidak boleh dilanggar, diubah, atau dikorbankan demi alasan apa pun.

Prinsip-prinsip ini adalah penjaga arah, pondasi yang menjaga agar seluruh proses tetap berada di jalan yang benar, luhur, dan sesuai dengan jati diri GMNI.

Berikut adalah penjabaran mendalam mengenai hal-hal yang wajib senantiasa dipertahankan:

Pertama, jangan pernah tergoda untuk memperbanyak jumlah anggota secara mendadak hanya demi mengejar angka atau penampilan semata. Jumlah yang besar namun kualitasnya lemah, keseriusannya diragukan, atau pemahamannya dangkal justru akan menjadi beban, bahkan berpotensi merusak tatanan organisasi. Lebih baik memiliki sedikit kader yang benar-benar paham, setia, dan siap berjuang, daripada ratusan orang yang hanya sekadar terdaftar namun tidak memiliki jiwa pengabdian. Angka bukanlah ukuran kehebatan organisasi; kesetiaan, kualitas, dan pengorbananlah yang menjadi ukuran kemuliaan perjuangan. Jangan sampai keinginan terlihat banyak anggota membuat kita melupakan prinsip kehati-hatian dan kualitas yang menjadi ciri utama pola kerja ini.

Kedua, senantiasa diingat dan disadari sepenuhnya bahwa kaderisasi adalah proses menumbuhkan dan membentuk manusia, bukan membuat benda atau barang. Manusia memiliki hati, pikiran, perasaan, watak, dan kehendak sendiri; ia tidak bisa dibentuk, dipaksa, atau dicetak secara serentak dalam waktu singkat layaknya benda mati. Menumbuhkan manusia memerlukan kesabaran luar biasa, waktu yang cukup, pendampingan yang tulus, serta ketelatenan merawat benih kebaikan yang ada dalam diri setiap calon kader. Proses ini tidak bisa dipercepat, tidak bisa dipaksakan, dan tidak bisa dipermudah dengan cara-cara instan, karena kita sedang membangun jiwa, watak, dan kesadaran insan yang akan menjadi penerus perjuangan bangsa.

Ketiga, seluruh kader senior wajib menjadi teladan yang nyata dan baik, bukan hanya sekadar memberi perintah atau menegur saja. Kata-kata nasihat tidak akan berbekas jika tidak didukung oleh perbuatan nyata. Jika senior mengajarkan disiplin, maka ia harus menjadi yang paling disiplin; jika mengajarkan kerendahan hati, maka ia harus menjadi yang paling rendah hatinya; jika mengajarkan pengorbanan, maka ia harus menjadi yang paling siap berkorban. Kepemimpinan dan pembinaan di GMNI didasarkan pada keteladanan, bukan pada kekuasaan atau pangkat. Teladan yang baik adalah guru paling efektif yang akan menginspirasi generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Keempat, selalu utamakan kepentingan organisasi, kepentingan mahasiswa, serta kepentingan rakyat luas di atas kepentingan pribadi, keluarga, maupun kelompok tertentu. Inilah ujian terberat sekaligus pembeda antara pejuang sejati dan mereka yang hanya mencari keuntungan. Segala langkah, keputusan, dan kebijakan yang diambil harus selalu diukur: apakah ini bermanfaat bagi organisasi, bagi mahasiswa, dan bagi rakyat? Jika jawabannya ya, maka dilaksanakan dengan sekuat tenaga; jika hanya menguntungkan diri sendiri atau segelintir orang saja, maka harus berani menolaknya. Prinsip ini adalah cahaya penuntun yang menjaga kita agar tidak tersesat dalam perjalanan perjuangan.

Kelima, teruslah menjaga, merawat, dan memperkokoh semangat persaudaraan sebagai akar tunggang dari seluruh kekuatan GMNI. Tanpa persaudaraan yang erat, tulus, dan saling mendukung, aturan sebaik apa pun, jumlah sebanyak apa pun, dan materi selengkap apa pun tidak akan berarti apa-apa. Semangat Torang Samua Basudara harus hidup nyata dalam setiap sikap: saling mengingatkan dalam kebaikan, saling menopang saat lemah, saling memaafkan jika berbuat salah, dan tetap bersatu dalam suka maupun duka. Persatuan dan persaudaraan adalah kekuatan yang tak tertandingi, yang akan membuat GMNI tetap kokoh berdiri menghadapi segala badai tantangan.

BAB V: LANGKAH TAKTIS TERPERINCI

1. Taktik “Mengambil Pinggiran Terdekat”: Membangun Pondasi Dari Akar

– Mulai dari lingkungan terdekat: Kenali, rangkul, dan bangun kepercayaan di lingkungan kampus, jurusan, maupun pergaulan sehari-hari terlebih dahulu. Jangan terburu-buru menawarkan diri atau mencari pengaruh ke tempat yang belum mengenal kita.

– Hadir di tengah rakyat: Datanglah ke tempat mereka berada, dengarkan keluh kesah, jangan menunggu mereka datang kepada kita. Bung Karno bersabda: “Agar dapat memimpin rakyat, haruslah hidup bersama rakyat, berjiwa rakyat, dan bernapas dengan nafas rakyat.”

– Buktikan dengan perbuatan nyata: Lakukan hal-hal sederhana namun bermanfaat sebelum memegang tugas besar. Kualitas kepercayaan lahir dari kebaikan yang nyata, bukan janji manis.

2. Taktik “Mematangkan Perlahan”: Pembinaan Bertahap dan Terukur

– Jangan loncat jenjang: Pahami dulu hal dasar, baru naik ke pemahaman yang lebih dalam. Jangan berikan amanah besar sebelum seseorang teruji watak dan kesungguhannya.

– Uji melalui tugas sederhana: Tanggung jawab kecil yang diselesaikan dengan baik adalah bukti kesiapan memikul beban yang lebih berat.

– Dampingi dan bimbing: Proses menumbuhkan manusia butuh pendampingan, bukan hanya aturan. Bung Karno mengingatkan: “Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menumbuhkan pemimpin-pemimpin baru, bukan yang ingin tampil sendirian.”

3. Taktik “Memperluas Lingkaran”: Menyatukan Semua Elemen

– Rangkul tanpa membeda-bedakan: Satukan seluruh elemen mahasiswa, tokoh, pemuda, tanpa memandang latar belakang. Prinsip persatuan adalah senjata terkuat. Bung Karno berkata: “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.”

– Jaga keseimbangan: Saat memperluas jangkauan, jangan lupakan pondasi yang sudah dibangun. Pastikan setiap langkah baru tidak merusak apa yang sudah kokoh.

– Hindari pertikaian: Fokus pada tujuan bersama, jangan terprovokasi untuk menjatuhkan orang lain. Kita membangun, bukan merusak.

4. Taktik “Menuju Inti Tujuan”: Kesiapan Sebelum Meraih Puncak

– Pastikan semua sisi sudah matang: Jangan melangkah ke tujuan utama sebelum seluruh dukungan, pemahaman, dan persatuan sudah utuh.

– Percaya pada waktu yang tepat: Bung Karno mengajarkan: “Bekerjalah, bekerjalah, dan bekerjalah! Biarlah waktu yang bekerja untuk kita, biarlah sejarah yang memberikan jawabannya.”

– Siap berkorban: Tujuan mulia hanya bisa dicapai dengan kesadaran berkorban waktu, tenaga, pikiran, bahkan kepentingan pribadi.

BAB VI: PANDANGAN BUNG KARNO YANG SELARAS DENGAN POLA INI

Bung Karno senantiasa mengingatkan bahwa perjuangan dan pembentukan manusia pejuang tidak bisa dipaksakan secara instan:

“Bangunlah suatu dunia di mana untuk menjadi orang besar tidak perlu menjatuhkan orang lain, melainkan harus mengangkat orang lain bersama-sama. Dan untuk mencapai itu, mulailah dari yang kecil, mulailah dari yang dekat, mulailah dari diri sendiri.”

Dalam pidato “Jas Merah” 1966, beliau bersabda:

“Jangan sekali-kali melupakan sejarah! Jangan ingin melompat tinggi sebelum mampu berdiri tegak! Jangan ingin memegang pimpinan sebelum mampu memimpin diri sendiri!”

Dalam pidato “Tahun Vivere Pericoloso” 1964:

“Perjuangan itu tidak jalan lurus, tidak mulus. Perjuangan itu harus melalui jalan berliku, harus melalui pendakian yang terjal, harus melalui masa-masa penempaan. Tidak ada kemenangan yang diraih dengan jalan pintas, semua harus dibayar dengan keringat, air mata, bahkan darah.”

Dan dalam nasihat untuk para kader dan pemuda:

“Kalian pemuda, kalian adalah benih bangsa. Janganlah kalian ingin menjadi pohon besar dalam semalam. Tumbuhlah perlahan, berakar kuat ke dalam bumi, agar ketika angin kencang datang, engkau tidak mudah tumbang.”

Semua nasihat ini adalah jiwa yang sama dengan pepatah “Makan bubur panas ambil dari pinggir”: sabar, bertahap, berakar kuat, utamakan persatuan, dan buktikan dengan pengabdian nyata.

DAFTAR LITERATUR

– Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia. (2025). Dewan Pimpinan Pusat GMNI.

– Pedoman Nasional Pendidikan dan Pembinaan Kader GMNI. (2024). Departemen Kaderisasi Dewan Pimpinan Pusat GMNI.

– Pedoman Penyelenggaraan Kaderisasi Tingkat Komisariat. (2023). Dewan Pimpinan Daerah GMNI Sulawesi Utara.

– Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Utara. (2024). Kearifan Lokal Masyarakat Sulawesi Utara: Nilai dan Makna Pepatah Tradisional. Manado: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

– Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara. (2025). Makna dan Implementasi Semboyan “Torang Samua Basudara” dalam Kehidupan Bermasyarakat dan Berorganisasi. Manado: Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

– Jurnal Penelitian Sosial dan Budaya Sulawesi Utara. (2024). Peran Kearifan Lokal dalam Memperkuat Persatuan dan Kaderisasi Organisasi di Sulawesi Utara, Vol. 9, No. 1. Manado: Balai Penelitian dan Pengembangan Daerah Sulawesi Utara.

– Soekarno. (1959). Membangun Dunia Baru. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

– Soekarno. (1964). Pidato Peringatan Hari Kemerdekaan: Tahun Vivere Pericoloso. Jakarta: Departemen Penerangan Republik Indonesia.

– Soekarno. (1966). Pidato “Jas Merah”. Dalam Kumpulan Pidato-Pidato Presiden Soekarno Jilid VI. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

– Siahaan, H., dkk. (2022). Sejarah dan Perjuangan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia. Jakarta: Penerbit Buku GMNI.

– Adjie, I., dkk. (2018). Kata-Kata Emas Bung Karno: Hikmah dan Perjuangan. Jakarta: Penerbit Kompas.

– Pusat Pengkajian, Pengelolaan Dokumen dan Informasi Sekretariat Negara. (2021). Kumpulan Pidato Lengkap (koresy)

Post Views: 90
Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKapolsek Pineleng Tegaskan Tidak Pernah Terima Jatah Solar, Siap Tindak Oknum yang Mencatut Namanya
Next Article Tambang Ilegal BOS ALI Diduga Punya Bekingan LSM KNM Minta Kapolri tindak Lanjut
CP

Related Posts

Global

Event Hiburan 26 Agustus 2026 Sukses Digelar, Dedy Dukun Tampil Bareng Sejumlah Artis Lainnya Tampil Keren

31 Agustus 2026
Daerah

Kapolda Sulut Berganti, Tongkat Komando Diserahkan kepada Kapolda Baru Brigjen Pol Yudho Hermanto

31 Agustus 2026
Daerah

Diduga Bos Tayo Terlibat PETI,LSM Nilai Polda Sulut dan Polres Mitra Abaikan dan Tutup Mata

31 Agustus 2026
Berita Terbaru
  • Event Hiburan 26 Agustus 2026 Sukses Digelar, Dedy Dukun Tampil Bareng Sejumlah Artis Lainnya Tampil Keren 31 Agustus 2026
  • Kapolda Sulut Berganti, Tongkat Komando Diserahkan kepada Kapolda Baru Brigjen Pol Yudho Hermanto 31 Agustus 2026
  • Diduga Bos Tayo Terlibat PETI,LSM Nilai Polda Sulut dan Polres Mitra Abaikan dan Tutup Mata 31 Agustus 2026
  • Kasus Penganiayaan di Desa Matungkas, Akhirnya IT Alias Isak Menyerahkan Diri Ke Polsek Dimembe dan Siap Bertanggung Jawab 30 Agustus 2026
  • DPD GNTI Jakarta Beri Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kampung Nelayan Muara Karang 30 Agustus 2026
  • Didugaan Kuasai Tambang Ilegal, Bos “Tayo” Disorot LSM KNM Sambangi Mabes Polri Buat Laporan 30 Agustus 2026
  • Aksi Kepala Desa Atoga Hentikan Kegiatan Tambang Ilegal, Cinta Amelia Beri Apresiasi dan Itu Cerminan Bagi Aparat penegak hukum di Sulawesi Utara 29 Agustus 2026
  • ‎25 Tahun Demokrat Lahir, Bersama Rakyat Bukan Hanya Momentum Politik ‎Tapi Kerja Nyata Langsung Dirasakan Masyarakat Tomohon 28 Agustus 2026
  • Partai Demokrat Sulut Dihujani Isu Dugaan Penipuan dan Pemerasan, Ketua DPD Demokrat Sulut Imbau Kader Jaga Marwah Partai 28 Agustus 2026
Kategori
  • Bolmong Raya
  • Daerah
  • Global
  • Hukum -Kriminal
  • Kabar Indonesia
  • Masyarakat,sosial, budaya
  • Nasional
  • Politik
  • TNI – POLRI
Kabar Indonesia
Global

Event Hiburan 26 Agustus 2026 Sukses Digelar, Dedy Dukun Tampil Bareng Sejumlah Artis Lainnya Tampil Keren

Info fakta31 Agustus 2026

JAKARTA – dibalikfakta –  Event hiburan sukses dilaksanakan pada Selasa, 26 Agustus 2026. Acara yang…

Daerah

Kapolda Sulut Berganti, Tongkat Komando Diserahkan kepada Kapolda Baru Brigjen Pol Yudho Hermanto

Info fakta31 Agustus 2026

Sulut – dibalikfakta –  Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara kembali melakukan pergantian pucuk pimpinan. Jabatan…

Daerah

Diduga Bos Tayo Terlibat PETI,LSM Nilai Polda Sulut dan Polres Mitra Abaikan dan Tutup Mata

Info fakta31 Agustus 2026

Sulut- dibalikfakta – Aktivitas tambang ilegal di wilayah Ratatotok kabupaten Minahasa Tenggara kembali menjadi sorotan.…

Daerah

Kasus Penganiayaan di Desa Matungkas, Akhirnya IT Alias Isak Menyerahkan Diri Ke Polsek Dimembe dan Siap Bertanggung Jawab

Info fakta30 Agustus 2026

DIBALIK FAKTA-Sulut – Kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di rumah makan, tepatnya di Desa Matungkas…

Global

DPD GNTI Jakarta Beri Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kampung Nelayan Muara Karang

Info fakta30 Agustus 2026

JAKARTA – dibalikfakta – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Nelayan Tani Indonesia Jakarta atau DPD GNTI…

Hukum -Kriminal

Didugaan Kuasai Tambang Ilegal, Bos “Tayo” Disorot LSM KNM Sambangi Mabes Polri Buat Laporan

Info fakta30 Agustus 2026

Jakarta – dibalikfakta – Aktivitas tambang ilegal di wilayah Minahasa Tenggara kembali disorot. Seorang yang…

Daerah

Aksi Kepala Desa Atoga Hentikan Kegiatan Tambang Ilegal, Cinta Amelia Beri Apresiasi dan Itu Cerminan Bagi Aparat penegak hukum di Sulawesi Utara

Info fakta29 Agustus 2026

Jakarta – dibalikfakta.com – Aksi nekat menghebohkan publik adanya seorang perempuan dengan gagah berani melakukan…

Kategori
  • Bolmong Raya
  • Daerah
  • Global
  • Hukum -Kriminal
  • Kabar Indonesia
  • Masyarakat,sosial, budaya
  • Nasional
  • Politik
  • TNI – POLRI
Arsip
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Januari 2022
Arsip
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Januari 2022
Terpopuler

Event Hiburan 26 Agustus 2026 Sukses Digelar, Dedy Dukun Tampil Bareng Sejumlah Artis Lainnya Tampil Keren

31 Agustus 2026

Kapolda Sulut Berganti, Tongkat Komando Diserahkan kepada Kapolda Baru Brigjen Pol Yudho Hermanto

31 Agustus 2026

Diduga Bos Tayo Terlibat PETI,LSM Nilai Polda Sulut dan Polres Mitra Abaikan dan Tutup Mata

31 Agustus 2026

Subscribe Untuk Mendapatkan Notifikasi Berita Terbaru

Dapatkan Notifikasi Berita Terbaru Dari Kami Secara GRATIS

Berita Terbaru

Event Hiburan 26 Agustus 2026 Sukses Digelar, Dedy Dukun Tampil Bareng Sejumlah Artis Lainnya Tampil Keren

31 Agustus 2026

Kapolda Sulut Berganti, Tongkat Komando Diserahkan kepada Kapolda Baru Brigjen Pol Yudho Hermanto

31 Agustus 2026

Diduga Bos Tayo Terlibat PETI,LSM Nilai Polda Sulut dan Polres Mitra Abaikan dan Tutup Mata

31 Agustus 2026
Facebook Twitter Instagram Pinterest
  • Home
  • Redaksi
  • Unduh Company Profil
  • Kode Etik
  • Indeks
  • Sitemap
HAK CIPTA © 2026 PT. SUMBER FAKTA SULUT

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.