Dibalikfakta.com — MANADO, SULUT — Penemuan ratusan jerigen berisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di kawasan Perumahan GPI, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, mulai menimbulkan tanda tanya besar.
Bukan hanya soal jumlah BBM yang ditemukan, tetapi juga mengenai asal-usul, pemilik, dokumen pembelian, hingga ke mana ratusan jerigen solar tersebut hendak dibawa.
Informasi yang beredar menyebutkan, BBM tersebut diduga akan dikirim menuju Ratatotok, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), wilayah yang dikenal memiliki aktivitas pertambangan emas.
Jika informasi tersebut benar, maka rantai distribusinya menjadi bagian penting yang perlu ditelusuri. Terlebih jika BBM yang ditemukan ternyata merupakan BBM bersubsidi, karena peruntukan dan mekanisme distribusinya memiliki ketentuan yang harus dipatuhi.
BUKAN HANYA SOAL RATUSAN JERIGEN
Pertanyaan publik kini mengarah pada mata rantai di balik keberadaan BBM tersebut.
Dari mana solar itu diperoleh? Siapa yang memasok? Siapa pemiliknya? Dan siapa yang akan menerima di Ratatotok?
Selain itu, perlu dipastikan apakah seluruh BBM tersebut memiliki dokumen pembelian maupun dokumen pengangkutan yang sesuai.
Begitu pula dengan kendaraan yang dipersiapkan untuk membawa BBM dalam jumlah besar tersebut.
Sejumlah pertanyaan yang perlu dijawab antara lain:
Berapa sebenarnya volume solar yang ditemukan?
Dari mana BBM tersebut diperoleh?
Siapa pemasok dan pemilik BBM?
Apakah terdapat dokumen pembelian yang sah?
Apakah terdapat dokumen pengangkutan?
Ke mana tujuan akhir pengiriman?
Siapa pihak yang diduga akan menerima BBM di Ratatotok?
Untuk kepentingan apa BBM tersebut digunakan?
Jika berkaitan dengan aktivitas pertambangan, bagaimana status legalitas kegiatan tersebut?
JIKA BBM SUBSIDI, PERUNTUKANNYA WAJIB DITELUSURI
Status BBM tersebut juga menjadi salah satu hal yang penting untuk dipastikan.
Jika dalam pemeriksaan resmi nantinya ditemukan bahwa solar tersebut merupakan BBM bersubsidi, maka aparat dan instansi berwenang perlu menelusuri bagaimana BBM itu diperoleh, siapa yang membeli, bagaimana pengumpulannya hingga mencapai ratusan jerigen, serta untuk siapa BBM tersebut akan digunakan.
Namun, status BBM dan dugaan pelanggaran tersebut tetap harus menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.
JANGAN BERHENTI PADA BARANG, TELUSURI RANTAINYA
Masyarakat berharap penanganan temuan ini tidak berhenti sebatas mengamankan ratusan jerigen solar.
Pasalnya, keberadaan BBM dalam jumlah besar di sebuah kawasan permukiman serta informasi mengenai dugaan tujuan pengiriman ke Ratatotok membutuhkan penjelasan yang utuh.
“Jangan sampai barangnya hanya diamankan, tetapi asal-usul dan tujuan akhirnya tidak ditelusuri. Kalau benar akan dibawa ke Ratatotok untuk kepentingan tambang emas, seluruh rantai distribusinya harus diperiksa,” ujar seorang warga.
Pernyataan tersebut mencerminkan perhatian masyarakat terhadap distribusi BBM dalam jumlah besar dan dugaan peruntukannya.
SIAPA PEMILIK DAN SIAPA PENERIMANYA?
Penelusuran tidak hanya perlu diarahkan kepada pihak yang berada di lokasi penemuan.
Pihak yang diduga sebagai pemasok, pemilik, pengangkut, hingga calon penerima BBM di Ratatotok juga penting dimintai klarifikasi.
Demikian pula dengan dokumen-dokumen yang menyertai pembelian dan pengangkutan BBM tersebut.
Keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait dibutuhkan untuk menjawab sejumlah pertanyaan yang kini berkembang di tengah masyarakat.
Apakah ratusan jerigen solar tersebut hanya bagian dari distribusi biasa, atau ada mata rantai lain di baliknya?
Jawabannya bergantung pada hasil penelusuran resmi mengenai asal BBM, pemilik, dokumen, jalur pengangkutan, serta tujuan akhirnya di Ratatotok.
Publik kini menunggu keterbukaan informasi dan hasil pemeriksaan aparat untuk memastikan duduk perkara sebenarnya.
(SIT)



