Sulawesi Utara- dibalikfakta.com.-Penyelenggaraan adat Tulude kota Bitung sangat spektakuler Tulude digelar di pulau lembeh Berjalan lancar dan disaksikan ribuan masyarakat kota Bitung .4/1/2023

kedatangan Walikota bitung Ir Maurits Mantiri dan wakil wali kota Bitung Hengky Honandar SE, Bersama Rombongan Disambut Dengan Tarian adat budaya tari salo dan Gunde.
tentunya sebagai seorang pemimpin Patut dihargai dilindungi karena gelaran adat Tulude seorang pemimpin itu sebagai Raja karena Tulude bagi suku nusa Utara bukan hanya sekedar acara biasa namun acara adat Tulude mempunyai sejarah dan makna yang mendalam. Makna Gelaran adat Tulude itu adalah meminta pertolongan dan memohon ampun kepada sang Pencipta agar semua dapat dikabulkan .
dihadiri langsung walikota bitung Ir Maurits Mantiri MM dan wakil wali kota Bitung Hengky Honandar SE, Asisten Administrasi Frangky Manumpil mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Bupati Sitaro Evangelian Sasingen, SE dan wakil Bupati Sitaro Jhon Palandung ,Sekertaris Daerah Rudy Theno, seluruh Asisten,ketua DPRD Bersama Anggota Camat ,lurah, kepala lingkungan se Kota Bitung.
Mewakili Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey,Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi Sulawesi Utara Frangky Manumpil sekaligus membacakan sambutan,Manumpil menyampaikan ,Gubernur Sulawesi utara Olly Dondokambey mengapresiasi Dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh Masyarakat Kota Bitung yang terus mampu menjaga dan melestarikan kebudayaan- kebudayaan sebagai salah satu unsur Integritas dan Identitas Daerah provinsi Sulawesi Utara dengan pelaksanaan acara ini kiranya akan memotivasi masyarakat kota Bitung sebagai bagian dari masyarakat Sulawesi utara untuk terus menjunjung tinggi kehidupan yang Rukun dan Damai Senantiasa menjunjung tinggi semangat Bersama Bingkai kesadaran bahwa Torang semua basudara.ungkapnya.
Lanjut Manumpil menyampaikan, melihat esensi dari Gelar Adat Tulude yang kaya akan nilai-nilai Religius Persaudaraan dan motivasi, maka menjadi kesukacitaan masyarakat Kota Bitung tetap solid dalam turut melestarikan kebudayaan ini sebagai aset Daerah dan sumber daya pembangunan.
Karena itu acara Gelar Adat Tulude ini sepatutnya dimaknai dan di sukseskan Bersama dan menjadikan setiap rangkaian sebagai kesempatan untuk membulatkan tekad dan komitmen dalam sinergitas langkah namun tetap tidak mengabaikan makna filosofis dasarnya yang adalah media untuk ungkapan syukur kepada Tuhan atas segala Berkat kasih anugerah dan karunia yang telah diberikan selama satu Tahun ini.
Mari sama-sama dukung dan sukseskan agenda-agenda Pemerintah yang diselenggarakan di pulau nyiur melambai mari kita topang Pembangunan di Daerah demi terwujudnya Sulawesi Utara maju sejahtera.ucapnya..
Tulude adalah merupakan Adat budaya berasal dari suku nusa Utara adat tulude biasanya dilaksanakan akhir Tahun atau awal bulan Tahun baru tujuan dari gelaran acara tudede adalah meminta permohonan Doa kepada sang Pencipta dimana memasuki tahun baru yang lebih baik dari tahun sebelumnya patut terus dilestarikan.ucap Manumpil.
Lanjut Panitia Gelar Adat Tulude Pemkot Bitung, Eugenia Mantiri saat membacakan laporan panitia menyampaikan ungkapan bersyukur dan terima kasih kepada leluhur kita dari Sangihe, Sitaro dan Talaud, karena sudah mempersiapkan acara – acara seperti ini sehingga kita anak cucu boleh menikmati acara yang begitu bagus seperti ini.
Semoga kegiatan ini akan berlangsung dengan baik dan tidak ada halangan apapun, supaya kita menikmati semua dalam keadaan sukacita iman seperti Kue Tamo yang begitu manis,” kata Mantan Kadis Disdikbud Pemkot Bitung, yang didampingi Sekretaris Panitia, Rizal Marcos Sompotan dan Bendahara, Syane Tilaar
(Tim redaksi )



