Manado – Pihak penyedia jasa angkutan BBM PT. Elnusa Petrofin berjanji akan bertanggung jawab dalam insiden kecelakaan maut di jalur trans Sulawesi, Desa munte, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan yang menewaskan sedikitnya 4 orang meninggal dunia.
Direktur Operasi Marketing PT. Elnusa Petrofin, Nur Kholis mengatakan turut berempati dan duka cita yang mendalam kepada kelurga korban atas insiden kecelakaan maut tersebut.
“Pertama saya turut berduka cita dan berbela sungkawa terhadap korban musibah kecelakaan kemarin,” ujar Nur Kholis Direktur Operasi Marketing PT. Elnusa Petrofin.
Pihaknya berjanji akan bertanggung jawab seluruh biaya pengurusan jenazah selama di rumah sakit termasuk santunan nantinya akan diberikan kepada keluarga korban.
“Manajemen Elnusa Petrofin berempati dan bertanggung jawab dalam pengurusan jenazah maupun hal-hal yang berkaitan dengan santunan,” kata Nur Kholis.
Dia juga mengaku saat sedang dilakukan investigasi penyebab kecelakaan tersebut.
“Saat ini kami melibatkan banyak pihak untuk melakukan investigasi pertama manajemen Elnusa Petrofin mendukung penuh investigasi yang dilakukan sehingga apa menjadi penyebab utama dari kejadian ini bisa terungkap. Dan kami terus berkoordinasi baik dengan pihak kepolisian kemudian pihak KNKT dan juga tim pertamina serta pemerintah daerah untuk mendapat sebab-sebab kecelakaan ini, muda-mudahan kedepan akan memberikan dampak yang lebih baik dan kejadian ini tidak terulang lagi,” harapnya.
Sementara itu, Executive General Manager PT. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Erwin Dwiyanto mengatakan saat memberikan kepercayaan kepada PT. Elnusa Petrofin telah dilengkapi SOP-SOP kecijakan-kebijakan dan aturan yang harus di jalankan Oleh Elnusa Petrofin sebagai pengelola jasa angkutan BBM Pertamina.
“Dalam hal ini Pertamina Patra niaga melakukan audit secara rutin apakah prosedur dan kegiatan termasuk maintenance ini dilakukan dengan baik atau tidak,” jelas Edwin
Menurut nya PT. Pertamina Patra Niaga rutin melakukan audit-audit atau inspeksi mendadak tergantung kebutuhan.
“Dalam cash ini kami akan melihat melalui investigasi bersama oleh berbagai pihak untuk melihat rool cost nya dimana karena bisa jadi ada faktor manusia, atau faktor dari alat angkut atau juga faktor dari lingkungan tempat kejadiannya ada sumber bahaya yang berpengaruh besar terhadap insiden tersebut,” pungkasnya.
Sebelumnya peristiwa kecelakaan maut terjadi pada rabu malam 8 maret 2023 sekitar pukul 18.00 Wita, saat itu mobil truk tangki yang mengangkut 16 kilo liter (KL) BBM jenis Pertalite dari arah kota manado menuju ke Minahasa Selatan dan mengalami rem blong di jalur menurun Desa Munte, sehingga sopir diduga kehilangan kendali, dan terguling kemudian menabrak dan menyeret pembatas jalan serta dua kendaraan avanza lainnya dari arah berlawanan hingga terjadi percikan api dan terbakar hebat ditengah jalan.
Peristiwa naas itu mengakibatkan sedikitnya empat orang meninggal dunia karena terbakar lantaran terjebak didalam mobil, ke empat korban ini adalah
1. Carol Hanny Tulandi usia 34 tahun, jenis kelamin laki-laki warga Desa Munte, Kab. Minahasa Selatan.
2. Rommy Maikel Robert Sagai usia 43 tahun laki -laki warga Desa Munte, Kab. Minahasa Selatan
3. Amelia Violeta Yalestya usia 31 tahun perempuan
4. Elvino zayyan manabung seorang bayi laki-laki berusia 5 bulan warga kota bitung, kedua korban ini merupakan ibu dan anak yang ditemukan dalam posisi berpelukan hangus terpangang api terjebak di dalam mobil.(Jack)



