Dibalikfakta.com – provinsi Sulawesi Utara kembali diguncang oleh peredaran bahan kimia berbahaya yang diduga ilegal. Kali ini, masyarakat diimbau untuk ekstra waspada terhadap sianida (CN) bermerek “tekwang” yang dicurigai sebagai produk tiruan dan diduga berasal dari jaringan lintas batas negara.
Peredaran sianida palsu bukan sekadar pelanggaran hukum ini adalah ancaman serius terhadap keselamatan manusia dan keberlangsungan ekonomi penambang rakyat. Bahan kimia yang tidak terstandarisasi berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja, kerusakan lingkungan, hingga kerugian finansial yang tidak kecil.
Aparat Penegak Hukum (APH) didesak tidak berhenti pada penindakan di lapangan semata.
Publik menuntut langkah tegas dan terukur untuk menelusuri aktor intelektual di balik distribusi barang berbahaya ini. Dugaan adanya “pemain belakang layar” memperkuat indikasi bahwa praktik ini bukan kerja individu, melainkan jaringan terorganisir.
Di tengah situasi ini, masyarakat memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Minahasa Tenggara (Mitra) yang telah bergerak cepat.
Penangkapan dan penahanan sebuah mobil pickup Grand Max yang diduga mengangkut sianida bermerek “tekwang” menjadi bukti bahwa penegakan hukum masih berjalan dan tidak tumpul ke bawah saja.
Namun, keberhasilan ini baru langkah awal.
Keluhan keras datang dari para penambang rakyat. Salah satu penambang yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keselamatan mengaku mengalami kerugian signifikan akibat penggunaan sianida yang diduga palsu tersebut.
“Kami beli dengan harga mahal, tapi hasilnya nol. Ini bukan cuma rugi uang, tapi juga membahayakan nyawa,” ungkapnya.
Pernyataan ini mempertegas bahwa peredaran sianida ilegal bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan juga kemanusiaan.
Jika dibiarkan, praktik ini akan terus memakan korban diam-diam namun pasti.
Sudah saatnya APH naik kelas: tidak hanya menangkap kurir atau sopir, tetapi mengungkap dan menyeret ke meja hijau para dalang yang bermain di balik distribusi bahan kimia berbahaya ini. Transparansi, ketegasan, dan keberanian menjadi kunci untuk memutus rantai peredaran.
Masyarakat kini menunggu: apakah hukum akan benar-benar tajam ke atas, atau kembali tumpul di hadapan kekuatan tersembunyi?
Satu hal yang pasti keselamatan rakyat tidak boleh ditukar dengan kelengahan.
Tim Redaksi



