Tondano – dibalikfakta.com Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tondano terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan asimilasi yang berfokus pada dukungan ketahanan pangan. Program ini diwujudkan melalui berbagai aktivitas produktif seperti pertanian, perikanan, dan pengelolaan lahan yang berada di area sarana asimilasi.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan WBP, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Para WBP yang mengikuti program asimilasi tampak aktif mengelola lahan pertanian dengan menanam berbagai komoditas seperti sayur-sayuran dan tanaman pangan lainnya yang hasilnya dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur Lapas.
Kalapas Kelas IIB Tondano, Yulius Jum Hertanto, melalui Pelaksana Harian (Plh) Kalapas, Kasubag Tata Usaha Lidya Awoah, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari pembinaan yang berkelanjutan dan berdampak positif.
“Program asimilasi yang kami laksanakan tidak hanya berorientasi pada pembinaan kemandirian WBP, tetapi juga mendukung ketahanan pangan di dalam Lapas. Melalui kegiatan ini, WBP dibekali keterampilan yang bermanfaat serta turut berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri,” ujar Lidya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan mental dan disiplin bagi WBP agar siap kembali ke masyarakat dengan bekal yang positif.
Sementara itu, staf registrasi Lapas Tondano, Verry Bawias, menjelaskan bahwa pelaksanaan program asimilasi telah melalui proses dan regulasi yang ketat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Asimilasi diberikan kepada WBP yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Proses pengeluaran asimilasi dilakukan secara selektif, dengan mempertimbangkan masa pidana, perilaku, serta penilaian dari tim pengamat pemasyarakatan,” jelas Verry.
Dengan adanya program asimilasi ini, Lapas Tondano menunjukkan komitmennya dalam menjalankan fungsi pembinaan secara optimal, sekaligus berperan aktif dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi WBP, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.
Robby wowor



