MANADO, DIBALIKFAKTA.COM – Menghadapi musim penghujan yang mulai berlangsung di wilayah Sulawesi Utara, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto melakukan peninjauan langsung di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano, Selasa (3/11/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir, khususnya di wilayah Kota Manado yang selama ini memiliki sejumlah kawasan rawan genangan ketika curah hujan meningkat.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sulut didampingi Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid, serta perwakilan BPBD, Basarnas dan Pemerintah Kota Manado.
Rombongan memulai patroli dari kawasan Rumah Alam Ringroad, kemudian menyusuri aliran Sungai Tondano hingga Pos Pemantauan Banjir di Dendengan Luar, Kota Manado.
Sepanjang perjalanan, rombongan melakukan pengecekan terhadap kondisi sungai untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang berpotensi menghambat aliran air, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu.
Dari hasil peninjauan sepanjang kurang lebih lima kilometer, ditemukan sejumlah persoalan, di antaranya sedimentasi atau endapan material di sepanjang aliran sungai serta penumpukan sampah yang didominasi limbah plastik.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sedimentasi dan sampah yang menumpuk berpotensi menghambat kelancaran aliran air dan meningkatkan risiko luapan sungai saat debit air bertambah.
Kapolda Sulut Irjen Pol Yudo Hermanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya melihat secara langsung kondisi sungai sekaligus memastikan kesiapan menghadapi musim penghujan.
Menurutnya, aliran air dari wilayah Minahasa menuju Manado perlu mendapat perhatian agar tetap berjalan lancar hingga ke laut.
Selain melakukan pemantauan, jajaran kepolisian bersama instansi terkait juga memberikan imbauan kepada masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai agar tidak membuang sampah sembarangan.
Kapolda berharap, melalui koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, BPBD, Basarnas dan instansi terkait, berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
Peninjauan ini diharapkan tidak berhenti sebatas pemantauan, tetapi juga menjadi langkah awal untuk mendorong penanganan sedimentasi dan sampah di sepanjang DAS Tondano.
Dengan demikian, kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan dapat diperkuat sekaligus meminimalkan risiko banjir yang dapat mengancam keselamatan dan aktivitas masyarakat di Kota Manado.
(SIT)



