DIBALIK FAKTA,KOTAMOBAGU-Keberadaan Jembatan Gantung Mongkonai di Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu, kini sangat membantu aktivitas para petani perkebunan. Atas keberhasilan pembangunan jembatan tersebut, kinerja PPK 2.4 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara sangat diapresiasi oleh masyarakat.
Jembatan gantung Mongkonai yang menghubungkan perkampungan, dengan area perkebunan luas berada di Mongkonai, menjadi urat nadi ekonomi bagi ratusan petani perkebunan.
Mengingat sebelum ada jembatan, semua petani perkebunan harus memutar jauh dan menyeberang ke sungai ongkak dengan risiko yang tinggi untuk mengangkut hasil panen mereka.
“Jadi jembatan gantung Mongkonai sangat membantu petani perkebunan. Dulu kami susah bawa hasil cengkeh, coklat, jagung, dan kelapa. Parahnya lagi kami harus pikul jauh lewat sungai. Kalau hujan, tidak bisa lewat. Sekarang dengan adanya jembatan gantung Mongkonai sangat terbantu, kami bisa bawa motor, bawa hasil panen dengan mudah.
Terima kasih kepada PPK 2.4 dan BPJN Sulawesi Utara yang sudah perjuangkan jembatan ini, apa lagi lahan tersebut tidak ada masalah mengingat sudah dihibahkan langsung dari oleh pengusaha muda, dan sekaligus wakil rakyat yang duduk di DPRD Kotamobagu yang biasa disapa Bung Aditio Pantas, “kata Hen Paputungan warga Mongkonai. Selasa (03/11/2026).
Jembatan gantung tersebut dibangun oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulawesi Utara melalui, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Sulawesi Utara.
Mengingat jembatan tersebut merupakan bagian dari program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bilamana jembatan gantung ini sangat mendukung konektivitas dan ekonomi kerakyatan.
Warga Mongkonai menilai, kinerja PPK 2.4 BPJN Sulut sangat profesional, cepat, dan berkualitas.
Kinerja PPK 2.4 BPJN Sulut Diapresiasi Warga Karena:
1. Kualitas Jembatan Kokoh dan Aman-
Jembatan Gantung Mongkonai dibangun dengan konstruksi baja yang kokoh, lantai yang kuat, dan tali sling yang besar. Warga merasa aman saat melintas, bahkan saat membawa beban hasil kebun yang berat.
2. Tepat Waktu dan Sesuai Spesifikasi-
Pengerjaan jembatan gantung Mongkonai selesai tepat waktu dan tidak mangkrak. Kinerja PPK 2.4 BPJN Sulut diapresiasi karena mengawasi langsung pekerjaan kontraktor di lapangan dari awal hingga akhir.
3. Sangat Membantu Petani Perkebunan-
Ini yang paling utama. Jembatan Gantung Mongkonai sangat membantu petani perkebunan untuk mengangkut hasil panen, mengangkut pupuk, dan mengakses kebun setiap hari. Biaya angkut jadi murah, hasil panen tidak rusak.
4. Membuka Akses Ekonomi & Pendidikan-
Selain petani, anak-anak sekolah dan warga yang ingin ke kebun juga sangat terbantu dengan adanya jembatan gantung Mongkonai tersebut.
“Jujur, kami petani sangat terbantu dengan jembatan gantung mongkonai, tentunya ini sangat membantu parabpetani perkebunan. Kinerja PPK 2.4 BPJN Sulut kami apresiasi setinggi-tingginya. Ini bukan sekadar jembatan, tapi ini jembatan harapan untuk petani. Kami minta BPJN Sulut bangun lagi jembatan gantung di titik-titik yang lain masih terisolir, “kata tokoh pemuda Mongkonai.
Masyarakat Mongkonai berharap agar BPJN Sulawesi Utara terus memperhatikan infrastruktur di wilayah Bolmong Raya pada khususnya untuk jembatan gantung yang langsung menyentuh kepentingan petani kecil.
“Kalau semua PPK seperti PPK 2.4 BPJN Sulut, maka infrastruktur di Sulut akan maju. Kinerjanya jelas, hasilnya nyata, dan manfaatnya langsung dirasakan petani. Jembatan gantung mongkonai dan ini sangat membantu petani perkebunan, “tutup warga.
Ditempat terpisah PPK 2.4 BPJN Provinsi Sulawesi Utara, Ir. Adrian Glandie Rau, S.T. Saat dikonfirmasi menjelaskan, bilamana pembangunan jembatan gantung yang ada di Mongkonai mencapai, panjang 60 Meter, dan lebar jembatan mencapai 1,8 Meter.
Kami juga berharap agar jembatan tersebut terus dipelihara dan dijaga dengan baik oleh masyarakat Mongkonai agar tetap awet dan tahan lama, apa lagi proyek ini tinggal pekerjaan finising dari pihak kontraktor “pungkasnya PPK 2.4 Adrian.
(Hengky Kaunang)



