Sangihe – Dibalikfakta.com – Kepedulian Penjabat Bupati Sangihe dr.Rinny Tamuntuan terhadap warga masyarakat kabupaten kepulauan Sangihe terkait program rumah sehat terpadu (RST) kini telah ditanggapi oleh kementrian sosial RI dengan rangkaian verifikasi asesmen di wilayah kabupaten kepulauan sangihe.
Penjabat Tamuntuan saat mengunjungi beberapa desa yang ada di kabupaten Sangihe bersama dengan tim dari Kementrian Sosial RI menyampaikan kepada warga masyarakat yang dikunungi bahwa kunjungan kerja sekalian kunjungan dari tim kementrian Sosial RI dalam rangkaian program rumah sederhana terpadu.
“Kunjungan dari tim kementrian Sosial RI dalam rangkaian menindak lanjuti permohonan kami dari pemerintah kabupaten kepulauan Sangihe untuk khusus wilayah – wilayah kecamatan,”ucap Tamuntuan. 
Dia juga menambahkan bahwa ada beberala kecamatan nanti akan dilihat oleh tim dari kementrian Sosial RI khusus untuk program rumah sederhana terpadu.
“Rumah sederhana terpadu ini juga merupakan permohonan kami yang dilakukan ke Kementrian Sosial sesuai dengan permohonan dari bapak ibu Kapitalaung melalui pak Camat,”ujarnya.
Menurut Tamuntuan, program ini yang program bantuan dari kementrian Sosial. Dan rumah ini adalah rumah yang betul – betul dalam artiannya memang tidak layak huni, dan akan dibuat layak huni, Jadi akan dibedah rumahnya.
“Dan memang sejak dari waktu tahun yang lalu, sejak saya turun di wilayah – wilayah kecamatan ternyata saya melihat secara langsung masih banyak warga masyarakat yang ada di kabupaten Sangihe ini yang rumahnya masih belum layak huni. Dan untuk itu saya punya niat dari tahun kemarin itu, sehingga saya menyampaikan permohonan ke kementrian Sosial untuk dapat membantu kabupaten kepulauan Sangihe ini untuk membedah rumah – rumah warga masyarakat yang masih dalam tanda kutip tidak layak huni tentu menjadi layak huni,”jelas Tamuntuan.
Kemudian, kenapa sampai dengan saat ini sangat rindu karena juga sesuai dengan arahan dari pemerintah Pusat dan pemerintah Provinsi di tahun 2024 kemiskinan ekstrim ini harus dituntaskan.
“Untuk kabupaten kepulauan Sangihe ini masih ada dalam data kemiskinan ekstrim ini, masih ada 1.040 jiwa. Dan ini masih tersebar dibeberapa kecamatan. Nah untuk itu kemarin saya berusaha langsung turun kelapangan, ternyata kalau ini data kemiskinan ekstrim ini masih ada di beberapa kampung seperti saat ini yang dikunjungi. Dan nanti kalau rumah ini sudah di buat atau dibedah, jadi tentunya anggarannya dari anggaran kementrian Sosial. Karena terus terang APBD kami pemerintah kabupaten kepulauan Sangihe tidak mencukupi. Karena bapak ibu sekalian sudah tahu bahwa kami masih punya kewajiban. Karena itu pemerintah masih mempunyai hutang PEN pada tahun 2021 pemerintah memperoleh hutang dari pemulihan ekonomi nasional. Karena hutang uang anggaran PEN itu diberikan bukan hanya cuma – cuma, jadi kami harus membayar bunganya dan pokoknya. Dan itu sampai dalam hal ini masih ada masyarakat yang perlu dibantu, sehingga saya berupaya mendatangkan bantuan ini dari pusat dalam hal ini kementrian Sosial. Dan untuk itu pemerintah pusat melalui kementerian sosial turun melihat secara langsung rumah – rumah datanya yang sudah kami masukan,”ungkap orang nomor satu di Sangihe.
Berikut nama – nama kampung yang hari ini Jumat (21/7/2023) yang dikunjungi termasuk Manalu lesabe, Binebas, Mohong Sawang Kendahe.
(*Udy)



