Manado – Dibalikfakta. Com – Kepala Sekolah ( KEPSEK) SMAN 1 Manado Jemmy James Jermias menepis terkait berita yang beredar di Media cetak dan elektonik tentang dugaan pengusiran oleh Kepsek SMAN 1 Manado terhadap salah seorang siswa, dengan ini izinkan saya untuk memberikan klarifikasi berita tersebut, sebagai berikut :
1. TIDAK ADA PENGUSIRAN YANG SAYA LAKUKAN TERHADAP SISWA INISIAL ‘DR’ KELAS XI. Bahkan Saya tidak pernah bertemu dengan siswa tersebut pada hari kejadian. Boleh dikonfirmasi ke siswa tersebut kapan saya bertemu dengan dia dan kapan saya mengusirnya dari kelas.
2.Yang benar siswa tersebut (DR) pada hari Selasa, 25 Juli 2023 sekitar pukul 07.00 (sebelum masuk kelas atau sebelum belajar) dipanggil oleh wali kelas ke ruang BK untuk diurus krn ada satu orang tua siswa kelas X ingin bertemu DR untuk mengklarifikasi tindakan DR terhadap anaknya yang tidak diterima oleh orang tua siswa tersebut. Jadi, pemanggilan siswa DR ke ruang BK pada pagi itu terkait kasus baru yang diduga dilakukan oleh DR, bukan terkait kasus lama yang sudah diurus berulang-ulang.
3. Setelah selesai urusan seperti pada dictum 2 diatas selesai, Wali kelas dan guru BK menghadap saya dan melaporkan bahwa siswa DR masih ditahan diruang BK untuk meminta petunjuk kepala sekolah terkait masalah status DR di SMAN 1 Manado dimana sudah 2 minggu orang tua DR diundang kesekolah untuk menyelesaikan masalah DR tapi orang tuanya TIDAK DATANG-DATANG DENGAN BERBAGAI ALASAN. Kemudian saya berikan petunjuk dan arahan berhubung orang tuanya tidak mengindahkan panggilan dari sekolah (wali kelas dan guru BK) masalah sudah sampai berlarut-larut silahkan siswa tersebut diantar pulang dan sekaligus wali kelas bertemu langsung saja dengan orang tuanya dirumah. Jadi, sekali lagi TIDAK PERNAH TERJADI PENGUSIRAN terhadap siswa DR, baik yang dilakukan oleh wali kelas, guru BK apalagi oleh kepala sekolah.
4. Dari awal kami telah berupaya utk membimbing anak ini, bukan mengeluarkan, makanya sampe ada 5 kali surat pernyataan. Justru orang tua (mama ) dari siswa tersebut yang meminta untuk diberi kesempatan lagi kepada siswa tersebut, dan nanti selesai semester orang tua akan mengurus kepindahan sekolah siswa tersebut. Sekali lagi mama dari siswa tersebut yang berjanji untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain selesai semester. Tetapi setelah selesai semester siswa dan orang tuanya INGKAR JANJI, siswa tidak mau pindah sekolah, padahal masalah siswa tersebut pelanggaran-pelanggarannya tidak memungkinkan lagi dia berada di SMAN 1 Manado. Sudah berulangkali di bina di arahkan diurus di ruang BK, tetapi tidak mau berubah. Inilah yg menyebabkan wali kelas panggil orang tua berulang-ulang sampe 2 minggu tapi orang tua TIDAK MENGINDAHKAN, sampe akhirnya terjadi seperti yang saya sdh sampaikan diatas.
5. Terlampir data/bukti masalah anak ini yang sudah diurus oleh wali kelas dan guru BK terkait pelanggaran tata terib sekolah sebanyak 5 (lima) kali buat pernyataan sampai terakhir pernyataan diatas meterai. Adapun kasusnya adalah, sering tidak hadir tanpa berita, bolos, merokok pakai seragam sekolah, live dimedsos pada saat jam pelajaran di salah satu kafe sambil merokok dan ada juga terlibat kasus miras.
“Demikian klarifikasi yang saya buat dengan sebenar-benarnya sesuai kenyataan yang didukung dengan bukti-bukti yang sah,” ucap Kepsek Jemmy kepada Media. 08/08/2023
( Stefanus )



