Bahwa-menanggapi surat Pengurus Pusat Pertina tentang rekomendasi W/H pada Pra-PON ke-2 di Kupang, Permintaan rekomendasi tentang W/H yang bertugas di Sorong PBD, sistem ITO yang digunakan dalam Ringside pada Pra-PON ke-1 di Makassar dan Sambutan Ketua umum pada Upacara Penutupan Pra-PON ke-1 di Makassar”ucap Alpred Koyoi.
Pertina, Prestasi dan orbit atlit baru tidak butuh : janji manis, tidak butuh kata-kata indah untuk motivasi, tidak butuh aturan yang muncul seperti gelombang ber-gulung-gulung ke tepian pantai (tanpa melalui musyawarah kerja Nasional Pertina) dan bongkar pasang badan pengurus cenderung ke para pembisik”Kata Alpred Koyoi.
Pertina butuh : menyelenggarakan event jangan mengharapkan kegiatan sesuai kalender Pertina juga butuh kontribusi dana untuk penyelenggaraan agar mengorbitkan Atlit-atlit muda berbakat dan prestasi”pungkas Alpred Koyoi.
Lanjut Alpred Koyoi bahwa bukan mengharapkan Atlit-atlit peninggalan periode 2012-2016 dan 2016-2020.
Dan aturan-aturan yang dikeluarkan ditanda-tangani Sekjen tujuannya untuk apa,??? dari 2020-2024 mana event-nya yang Pengurus Pusat (PP) suda berbuat untuk menerapkan aturan-aturan tersebut, sedangkan waktu sisa Badan Pengurus tinggal hitung bulan saja, se-belum PON XXI Sumatera Utara dan Aceh 2024 aturannya sudah harus out, tidak boleh ikut-serta PON dua kali maju ke periode ke-dua jangan harap ke Pengprov yang mau milih karna bingung dengan cara kerjanya..? pusing deh, nggak habis pikir dengan PP model begini”pungkas Alpred Koyoi
Juga bahwa dibantu dgn Sekjen yang mantan birokrasi dan akademisi, baru belajar aturan dan peraturan setengah-setengah sehingga di-arahkan siap laksanakan, tanpa beri pandangan atau tukar-pikir, karena takut out dengan PP yang hanya urus bongkar-pasang Badan Pengurus” Ucap Alpred Koyoi tegas.
(Jack Latjandu).



