Dibalikfakta.com–
TALAUD – Harapan masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud untuk memiliki akses jalan yang lebih aman kini semakin terwujud.
Empat jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan berat telah selesai diganti melalui pekerjaan yang dilaksanakan BPJN Sulawesi Utara melalui PPK 3.3 Provinsi Sulawesi Utara, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III (Sangihe–Talaud).
Pekerjaan tersebut dilaksanakan melalui kontrak tahun jamak atau Multi Years Contract (MYC) Tahun Anggaran 2025–2026.
Empat jembatan yang kini telah berganti tersebut yakni Jembatan Esang I, Jembatan Pook, Jembatan Tabang, dan Jembatan Bantane I.
Jembatan Esang I menjadi salah satu pekerjaan dengan bentang cukup panjang, yakni 60 meter. Jembatan ini menghubungkan Desa Esang dan Desa Lalue. Untuk konstruksinya, digunakan struktur atas rangka baja dengan fondasi bored pile.
Sementara itu, Jembatan Pook yang berada di Desa Ganalo kini memiliki panjang 10 meter, bertambah dari panjang sebelumnya 8,5 meter. Jembatan tersebut menggunakan struktur concrete box.
Berikutnya Jembatan Tabang di Desa Tabang. Jembatan yang sebelumnya memiliki panjang 8,5 meter kini menjadi 15,6 meter. Konstruksinya menggunakan gelagar beton precast dengan fondasi bored pile.
Adapun Jembatan Bantane I di Desa Bantane juga mengalami peningkatan panjang, dari sebelumnya 9 meter menjadi 15,6 meter. Jembatan ini menggunakan gelagar beton precast dan fondasi bored pile.
Pergantian empat jembatan tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
Dengan kondisi jembatan yang lebih kuat, perjalanan warga diharapkan menjadi lebih aman dan nyaman. Mobilitas masyarakat, distribusi kebutuhan sehari-hari serta konektivitas antarwilayah di Kepulauan Talaud pun diharapkan semakin lancar.
Di wilayah kepulauan seperti Talaud, keberadaan infrastruktur penghubung memiliki arti penting. Sebab, ketika akses terbuka dan perjalanan menjadi lebih aman, aktivitas masyarakat pun dapat bergerak lebih mudah.
Empat jembatan telah berganti. Empat akses diperkuat. Dan bagi masyarakat Talaud, setiap jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi jalan, tetapi juga menjadi penghubung antara aktivitas, kehidupan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik
(Sitti)



