Pemimpin Rakyat Sulawesi Utara,Olly Dondokambey tidak pernah berhenti mengajak untuk petani mengolah lahan yang subur
Sulawesi Utara (Sulut) yang dikaruniai lahan pertanian subur. Selain letak geografisnya mendukung, Sulut juga dikelilingi gunung berapi aktif yang menjadikan lahan di Bumi Nyiur Melambai itu subur dan cocok dengan berbagai jenis tanaman.
Inilah nikmat dari Tuhan. Sulawesi Utara surga bagi para petani. Lihat sekeliling, semua hijau dan subur,”
Karena sejak masih anak sekolah Minggu telah diajarkan lagu tentang ba kobong (berkebun),” kata Olly Dondokambey dan ada lagu berjudul Tanam Bete, Bete dan Batata.
Dirinya mengakui, sudah mendengar analisa pada Tahun 2023 akan mengalami krisis.
Namun baginya, justru di momentum inilah, akan dimanfaatkan mencapai target ekonomi.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey selalu mengisi kegiatan pagi dengan hal-hal yang menuai pujian.
Selain olahraga, beternak dan berkebun, Olly Dondokambey, baru-baru ini terlihat berada di halaman kebun kemangi di lokasi perkebunan miliknya di Minahasa Utara.
Olly terpantau memanen balakama di kebunnya itu.
Di Manado atau Sulut pada umumnya, kemangi lebih dikenal dengan nama balakama.
Balakama sendiri merupakan bumbu khas bagi warga Minahasa sebagai pelengkap memasak.
Balakama dengan aroma khasnya, menjadi andalan warga Manado yang gemar dengan masakan pedas.
Gubernur mengatakan, ada beberapa manfaat yang dihasilkan ketika masyarakat memanfaatkan lahan untuk bakobong. Yakni:
1. Keberlanjutan Pangan: Memanfaatkan lahan untuk bakobong membantu meningkatkan ketahanan pangan di tingkat lokal. Dengan menanam berbagai jenis tanaman, masyarakat dapat menghasilkan makanan sendiri secara mandiri, mengurangi ketergantungan pada impor, dan menciptakan ketersediaan pangan yang lebih stabil.
2. Peningkatan Pendapatan Petani: Bakobong di lahan-lahan tersebut memberikan peluang ekonomi bagi petani lokal. Dengan menghasilkan produk pertanian yang lebih beragam, petani dapat meningkatkan pendapatan mereka dan meningkatkan taraf hidup.
3. Konservasi Lahan dan Sumber Daya Alam: Memanfaatkan lahan untuk bakobong juga berkontribusi pada konservasi lingkungan. Lahan-lahan yang dimanfaatkan akan lebih terawat dan dilindungi dari degradasi, sehingga membantu menjaga keseimbangan ekosistem.
4. Menangani Perubahan Iklim: Pertanian berperan penting dalam menghadapi perubahan iklim. Tanaman yang ditanam dapat menyerap karbon dioksida (CO2) dari udara, membantu mengurangi efek pemanasan global. Selain itu, praktik pertanian berkelanjutan, seperti agroforestri dan sistem pertanian organik, juga dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.
5. Penguatan Komunitas Lokal: Memanfaatkan lahan untuk bakobong mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan pertanian dan memperkuat rasa persatuan di antara anggota komunitas. Pertanian juga dapat menjadi pusat kegiatan sosial dan budaya, memperkuat hubungan antargenerasi dan memelihara tradisi lokal.
“Marijo bakobong bukan hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memiliki dampak positif bagi lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. Dengan semakin banyaknya orang yang terlibat dalam pertanian lokal, diharapkan keberlanjutan pangan dapat terjamin, sumber daya alam terjaga, dan masyarakat siap menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan.
Olly Dondokambey Hebat, Mari jo Ba kobong.
Alumni Pascasarjana UGM
Staf khusus Gubernur(jl).



